kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45754,18   -2,20   -0.29%
  • EMAS1.007.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ilmuan: Covid-19 dapat menular lewat udara, WHO harus merevisi rekomendasi kesehatan


Senin, 06 Juli 2020 / 10:33 WIB
Ilmuan: Covid-19 dapat menular lewat udara, WHO harus merevisi rekomendasi kesehatan
ILUSTRASI. Logo WHO. REUTERS/Denis Balibouse

Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ratusan ilmuwan mengatakan ada bukti bahwa virus corona (Covid-19) dalam partikel yang lebih kecil di udara dapat menginfeksi orang dan menyerukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk merevisi rekomendasi, New York Times melaporkan pada hari Sabtu dikutip Reuters.

WHO mengatakan penyakit coronavirus menyebar terutama dari orang ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut, yang dikeluarkan ketika seseorang dengan COVID-19 batuk, bersin atau berbicara.

Baca Juga: Kasus corona melonjak, negara bagian Victoria akan menutup perbatasan New South Wales

Dalam sebuah surat terbuka kepada agensi tersebut, yang rencananya akan dipublikasikan oleh para jurnalis dalam jurnal ilmiah minggu depan, 239 ilmuwan di 32 negara menguraikan bukti yang menunjukkan partikel yang lebih kecil dapat menginfeksi manusia, NYT mengatakan.

WHO tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Apakah dibawa oleh tetesan besar yang memperbesar melalui udara setelah bersin, atau oleh tetesan dihembuskan yang jauh lebih kecil di ruangan, coronavirus dapat menginfeksi orang ketika dihirup, kata para ilmuwan, menurut NYT.

Baca Juga: Kasus corona di AS melesat, emas kian menyilaukan

Namun, badan kesehatan itu mengatakan bukti virus yang mengudara tidak meyakinkan, menurut NYT.

“Terutama dalam beberapa bulan terakhir, kami telah menyatakan beberapa kali bahwa kami menganggap penularan melalui udara sebagai hal yang mungkin tetapi tentu saja tidak didukung oleh bukti yang kuat atau bahkan jelas,” Dr. Benedetta Allegranzi, pimpinan teknis pencegahan dan pengendalian infeksi WHO, seperti dikutip oleh NYT.



TERBARU

[X]
×