kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.323
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Imelda Marcos, mantan ibu negara Filipina, dinyatakan bersalah atas 7 kasus korupsi

Jumat, 09 November 2018 / 17:41 WIB

Imelda Marcos, mantan ibu negara Filipina, dinyatakan bersalah atas 7 kasus korupsi
ILUSTRASI. Jasad Ferdinand Marcos

KONTAN.CO.ID - MANILA. Pengadilan antikorupsi Filipina memerintahkan penangkapan mantan ibu negara Filipina, Imelda Marcos setelah menjatuhkan keputusan bersalah atas tujuh tuduhan korupsi selama dua dekade pemerintahan suaminya, Ferdinand Marcos.

Imelda Marcos, 89 tahun, yang terkenal dengan koleksi sepatu, perhiasan, dan barang seni ini bisa menghindari penangkapan dan tetap bebas jika dia mengajukan banding atas keputusan tersebut. Jika ditolak, dia bisa menantangnya di Mahkamah Agung.


Dalam pernyataan, Marcos mengungkapkan bahwa pengacaranya tengah mempelajari keputusan itu dan berniat melayangkan mosi peninjauan kembali. Imelda menghadapi lusinan kasus korupsi yang berlarut-larut sejak keluarganya digulingkan oleh pemberontakan rakyat yang didukung kekuatan militer pada tahun 1986 lalu.

Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara antara enam hingga 11 tahun untuk setiap tuduhan kasus korupsi. Imelda didakwa telah melakukan tujuh transfer bank dengan nilai total US$ 200 juta ke yayasan Swis selama masa jabatannya sebagai gubernur Manila.

Keputusan ini muncul hampir 30 tahun setelah pengajuan kasus. Menurut aturan Sandiganbayan, mantan ibu negara ini memiliki waktu 15 hari dari pengundangan keputusan untuk mengajukan banding. Setelah itu, pengadilan memiliki 30 hari untuk memutuskannya.

Imelda Marcos, adalah anggota kongres yang telah menjabat tiga periode. Dia mengajukan diri sebagai kandidat gubernur Ilocos Norte menggantikan putrinya, Imee Marcos yang berusia 62 tahun. Di wilayah ini, kubu keluarga Marcos masih memiliki dukungan kuat. Imee mencalonkan diri sebagai senat Filipina untuk tahun depan.

Sekadar mengingatkan, Ferdinand Marcos memerintah Filipina selama dua dekade. Dia menempatkan negara kepulauan ini di bawah darurat militer pada 1972. Dia dituduh mengumpulkan lebih dari US$ 10 miliar ketika menjabat dan meninggal di pengasingan pada 1989. Presiden Filipina saat ini Rodrigo Duterte memiliki hubungan kuat dengan keluarga Marcos.


Sumber : Reuters
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0490 || diagnostic_web = 0.2430

Close [X]
×