kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.724   16,00   0,09%
  • IDX 6.481   -45,04   -0,69%
  • KOMPAS100 844   -4,93   -0,58%
  • LQ45 639   -5,95   -0,92%
  • ISSI 228   -0,48   -0,21%
  • IDX30 357   -3,29   -0,91%
  • IDXHIDIV20 433   -3,49   -0,80%
  • IDX80 96   -0,69   -0,71%
  • IDXV30 120   -0,56   -0,46%
  • IDXQ30 113   -1,04   -0,92%

IMF: Ekonomi Asia beresiko overheating


Selasa, 01 Februari 2011 / 14:58 WIB


Reporter: , | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Perekonomian Asia saat ini tengah menghadapi masalah pelik. Menurut Managing Director Badan Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn, bank sentral Asia harus mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga acuannya. Dia bilang, langkah itu penting dilakukan untuk membatasi resiko pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat (overheating) dan mencegah penurunan pertumbuhan tajam (hard landing).

Strauss menjelaskan, penentu kebijakan di sejumlah negara harus mempertimbangkan kontrol arus modal untuk sementara waktu. Sebab, arus dana asing yang masuk bisa meningkatkan kecemasan akan ketidakstabilan finansial. Ketidakseimbangan ekonomi global akan kembali muncul di tengah upaya pemulihan dunia dari krisis finansial.

Asal tahu saja, pada tahun lalu, perekonomian Asia memimpin pemulihan ekonomi global yang dihimpit krisis utang Eropa dan melempemnya pasar tenaga kerja AS. Nah, pada bulan lalu, IMF menekan pemerintah Eropa untuk membuat rencana komprehensif sehingga dapat mencegah penyebaran krisis utang ke negara lain. IMF juga menghimbau agar negara-negara emerging market memperhatikan dengan seksama kenaikan harga aset yang berisiko price bubbles seiring meningkatnya resiko inflasi.

"Kebijakan makroekonomi harus diperketat. Di Asia, menaikkan suku bunga merupakan keputusan tepat saat ini," jelasnya.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×