kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IMF: Ekonomi Asia beresiko overheating


Selasa, 01 Februari 2011 / 14:58 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Perekonomian Asia saat ini tengah menghadapi masalah pelik. Menurut Managing Director Badan Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn, bank sentral Asia harus mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga acuannya. Dia bilang, langkah itu penting dilakukan untuk membatasi resiko pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat (overheating) dan mencegah penurunan pertumbuhan tajam (hard landing).

Strauss menjelaskan, penentu kebijakan di sejumlah negara harus mempertimbangkan kontrol arus modal untuk sementara waktu. Sebab, arus dana asing yang masuk bisa meningkatkan kecemasan akan ketidakstabilan finansial. Ketidakseimbangan ekonomi global akan kembali muncul di tengah upaya pemulihan dunia dari krisis finansial.

Asal tahu saja, pada tahun lalu, perekonomian Asia memimpin pemulihan ekonomi global yang dihimpit krisis utang Eropa dan melempemnya pasar tenaga kerja AS. Nah, pada bulan lalu, IMF menekan pemerintah Eropa untuk membuat rencana komprehensif sehingga dapat mencegah penyebaran krisis utang ke negara lain. IMF juga menghimbau agar negara-negara emerging market memperhatikan dengan seksama kenaikan harga aset yang berisiko price bubbles seiring meningkatnya resiko inflasi.

"Kebijakan makroekonomi harus diperketat. Di Asia, menaikkan suku bunga merupakan keputusan tepat saat ini," jelasnya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×