kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

IMF: Minyak murah, ekonomi Arab Saudi melambat


Selasa, 18 Agustus 2015 / 15:17 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KAIRO. Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi diramal melambat pada tahun ini dan tahun depan. Menurut Badan Moneter Internasional (IMF), terkait hal itu, pemerintah Saudi terpaksa harus memangkas anggaran belanja mereka akibat dari rendahnya harga minyak dunia.

Menurut IMF, tingkat Produk Domestik Bruto Arab Saudi hanya akan tumbuh 2,8% pada tahun ini dan 2,4% pada 2016. Sebagai perbandingkan, pertumbuhan PDB Arab Saudi tahun lalu sebesar 3,5%.

"Pertumbuhan tahunan dalam jangka menengah sebesar 3%," jelas IMF.

Ada sejumlah sinyal yang menunjukkan bahwa Arab Saudi tengah kekeringan likuiditas saat ini. Salah satunya, negara produsen minyak terbesar dunia ini masuk ke pasar obligasi untuk kali pertama sejak 2007 setelah harga minyak merosot lebih dari 50%.

Defisit neraca perdagangan pun tak dapat dihindari. IMF memprediksi, defisit yang dialami Arab Saudi tahun ini akan mencapai 19,5% dari PDB.

"Arab Saudi membutuhkan reformasi harga energi yang komprehensif, kontrol yang lebih ketat dari peraturan upah di sektor publik, serta efisiensi yang lebih besar dalam investasi sektor publik," jelas IMF.

IMF melanjutkan, penurunan tajam dari pendapatan minyak dan kian meningkatnya kebutuhan modal menghasilkan pembengkakan defisit fiskal yang besar tahun ini.

IMF juga menyarankan, pemerintah Arab Saudi memperkenalkan kebijakan nilai tambah (value added) dan pajak pertanahan.

Minyak menyumbang sekitar 90% dari pendapatan negara kerajaan tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×