Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pakistan berpotensi memperoleh tambahan pembiayaan sekitar US$ 1,21 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF) setelah lembaga tersebut mencapai kesepakatan tingkat staf dengan pemerintah Pakistan untuk melanjutkan evaluasi sejumlah program pinjaman.
Kesepakatan tersebut masih membutuhkan persetujuan Dewan Eksekutif IMF. Jika disetujui, sekitar US$ 1 miliar akan dicairkan melalui Extended Fund Facility (EFF) dan US$ 210 juta melalui Resilience and Sustainability Facility (RSF) yang berfokus pada isu iklim.
“Risiko tetap tinggi akibat ketegangan geopolitik dan volatilitas harga energi,” kata IMF seperti dilansir Reuters, Kamis (8/10/2026).
Baca Juga: Jepang Siapkan Dana US$10 Miliar untuk Bantu Asia Amankan Pasokan Energi
Dengan pencairan tersebut, total dana yang telah disalurkan melalui kedua program diperkirakan mencapai sekitar US$5,7 miliar. Dukungan IMF menjadi penting bagi Pakistan yang masih bergantung pada pembiayaan eksternal untuk memperkuat cadangan devisa sekaligus memenuhi kewajiban pembayaran utang.
IMF menilai kebijakan pemerintah Pakistan sejauh ini membantu menjaga stabilitas makroekonomi, termasuk dalam menghadapi dampak konflik di Timur Tengah.
Namun, IMF memperingatkan sejumlah risiko masih membayangi, mulai dari ketegangan geopolitik, perubahan harga energi, kondisi keuangan global yang lebih ketat hingga gangguan perdagangan.
Ketergantungan Pakistan terhadap kawasan Teluk juga menjadi sumber kerentanan. Ekonomi negara tersebut bergantung pada impor energi dari kawasan tersebut, remitansi pekerja migran, serta dukungan pembiayaan dari negara-negara Teluk.
Baca Juga: DeepSeek Raup Dana US$ 7,4 Miliar, Tencent dan CATL Jadi Investor Utama
Ahmad Mobeen, principal economist S&P Global Market Intelligence, sebelumnya menilai Pakistan termasuk ekonomi utama Asia-Pasifik yang paling rentan jika konflik Timur Tengah berlangsung berkepanjangan.














