Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bursa saham Korea Selatan turun lebih dari 2% pada hari Senin (28/9/2026) akibat penurunan saham produsen chip di tengah kekhawatiran mengenai imbal hasil obligasi yang tinggi, dalam perdagangan yang mengejar ketertinggalan setelah libur panjang.
Senin (28/9/2026) pukul 08.30 WIB, indeks acuan KOSPI turun 150,83 poin atau 2,13% menjadi 6.930,09, setelah mencatatkan kenaikan selama empat sesi berturut-turut hingga mencapai level tertinggi dalam dua bulan.
Asal tahu saja, pasar keuangan Korea Selatan tutup pada hari Kamis (24/9/2026) dan Jumat (25/9/2026) untuk liburan Chuseok.
Baca Juga: Dolar AS Menguat Senin (28/9), Pasar Antisipasi The Fed Lebih Hawkish
Fokus investor tertuju pada data ekspor Korea Selatan dan laporan laba Micron Technology yang akan dirilis akhir pekan ini untuk mencari petunjuk mengenai lonjakan permintaan cip yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI), menurut para analis.
Wall Street ditutup menguat pada hari Jumat (25/9/2026), didorong oleh saham Microsoft dan saham teknologi terkait AI lainnya. Sementara, harga minyak yang tinggi dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) baru-baru ini membuat investor waswas.
Bank of Korea (BOK) menyatakan pada hari ini bahwa bank sentral akan memantau pasar keuangan dan valuta asing secara ketat.
Saham produsen chip Samsung Electronics turun 3,94% dengan saham pesaingnya, SK Hynix, turun 4,67%.
Di antara saham-saham berkapitalisasi besar lainnya, saham produsen baterai LG Energy Solution naik 3,20%, dan saham Hyundai Motor serta perusahaan afiliasinya, Kia Corp, masing-masing naik 0,42% dan 0,78%.
Saham produsen baja POSCO Holdings menguat 1,28% sedangkan saham perusahaan farmasi Samsung BioLogics naik 1,39%.
Dari total 912 saham yang diperdagangkan, 630 saham mencatat kenaikan, sementara 245 saham mengalami penurunan.
Investor asing mencatatkan penjualan bersih saham senilai 811,3 miliar won atau setara US$ 597,09 juta.
Baca Juga: BOJ Buka Peluang Percepat Kenaikan Suku Bunga, Ini Alasannya
Nilai tukar won tidak berubah di angka 1.357,0 per dolar pada platform penyelesaian domestik (onshore).
Di pasar uang dan obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah (treasury bond) tenor tiga tahun untuk pengiriman Desember turun 0,37 poin menjadi 102,05.
Imbal hasil obligasi pemerintah Korea tenor tiga tahun yang paling likuid naik 11,6 basis poin menjadi 4,114%, sementara imbal hasil acuan tenor 10 tahun naik 13 basis poin menjadi 4,539%.














