Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bursa saham Korea Selatan menguat lebih dari 1% pada ini, dipimpin oleh kenaikan saham-saham pembuat chip. Namun pasar saham Korea Selatan ini masih membukukan kerugian mingguan ketiga berturut-turut di tengah kekhawatiran mengenai imbal hasil obligasi yang tinggi.
Jumat (4/9/2026) indeks acuan KOSPI ditutup naik 107,73 poin atau 1,64% pada 6,687.21, menandai kenaikan harian terbesar sejak 20 Agustus. Indeks ini mengakhiri pekan ini dengan turun 1,5%.
Bursa saham Korea Selatan mendapat sokongan setelah Wall Street menguat pada sesi sebelumnya karena investor menahan pertaruhan kenaikan suku bunga mereka setelah Anggota Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan ia akan mendukung mempertahankan target suku bunga The Fed tetap stabil jika data menunjukkan tekanan inflasi mereda.
Pada sesi ini, saham produsen chip Samsung Electronics naik 2,20% dan rekannya SK Hynix menguat 3,20%, mengikuti kenaikan semalam di saham-saham rekan-rekannya di AS.
Baca Juga: Harga Minyak di Jalur Penguatan Mingguan Seiring Meningkatnya Permusuhan AS-Iran
Di antara saham-saham kelas berat indeks lainnya, saham pembuat baterai LG Energy Solution turun 1,92%, dengan saham Hyundai Motor tidak berubah dan saham produsen mobil sejenis Kia Corp turun 0,71%.
Produsen baja POSCO Holdings merosot 1,46% dan saham produsen obat Samsung BioLogics turun 2,03%.
Dari total 909 emisi yang diperdagangkan, 549 saham menguat, dan 309 melemah.
Investor asing merupakan pembeli bersih saham senilai 479,3 miliar won atau setara US$ 354,89 juta.
Perusahaan investasi keuangan membeli 1,2 triliun won, menurut data Korea Exchange, sementara perusahaan lain membeli 1,6 triliun won, yang menurut para analis kemungkinan mencerminkan pembelian kembali saham.
Won dikutip pada 1,350.4 per dolar pada platform penyelesaian onshore, 0.43% lebih tinggi dari penutupan sebelumnya pada 1,356.2.
Mata uang ini mencapai level terkuatnya sejak awal Juli 2025.
Baca Juga: Mitsubishi Pajero Terbaru Rilis di Australia: Pilihan Varian, Spesifikasi, & Harga
Di pasar uang dan utang, obligasi negara berjangka tiga tahun bulan September naik 0,04 poin menjadi 103,18.
Imbal hasil obligasi negara Korea bertenor tiga tahun yang paling likuid turun 0,4 basis poin menjadi 3,884%, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun yang menjadi acuan turun sebesar 1,3 basis poin menjadi 4,350%.














