kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.943   4,00   0,02%
  • IDX 6.299   -76,31   -1,20%
  • KOMPAS100 819   -14,09   -1,69%
  • LQ45 623   -9,92   -1,57%
  • ISSI 219   -2,18   -0,99%
  • IDX30 345   -5,37   -1,53%
  • IDXHIDIV20 429   -4,96   -1,14%
  • IDX80 93   -1,50   -1,58%
  • IDXV30 117   -1,48   -1,24%
  • IDXQ30 111   -1,66   -1,48%

China Dorong Industri Film AI, Biaya Produksi Anjlok hingga Cuma Ratusan Yuan


Jumat, 25 September 2026 / 08:19 WIB
China Dorong Industri Film AI, Biaya Produksi Anjlok hingga Cuma Ratusan Yuan
ILUSTRASI. Drama China Love Scenery (Dok./Grid.id)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - China tengah mendorong kecerdasan buatan (AI) menjadi bagian dari industri film dan konten digital.

Pemerintah daerah di berbagai kota menawarkan insentif, dukungan komputasi hingga subsidi kepada perusahaan rintisan dan pembuat film berbasis AI untuk membangun ekosistem industri baru tersebut.

Dorongan itu semakin terasa bagi Zhu Zhili, pembuat film berbasis AI yang dua tahun lalu memilih Shenzhen sebagai basis studio AI miliknya.

Baca Juga: Makin Panas, Mufti Agung Arab Saudi Minta Pasukan Kerajaan Bersiap Lawan Houthi

Kini, ia mengaku mendapat tawaran dari berbagai pemerintah daerah di China yang ingin menarik bisnisnya.

“Saya setiap hari dihubungi berbagai kota, mulai dari metropolitan hingga daerah yang lebih kecil, yang berharap kami bisa mendirikan teknologi atau perusahaan di sana,” kata Zhu, dikutip Reuters, Rabu (23/9).

Zhu juga memimpin departemen AI-Generated Content (AIGC) di China Wit Media, Shenzhen. Studio pribadinya beroperasi dari ruang kerja bersama dengan dukungan pemerintah kota Shenzhen dan Hong Kong Polytechnic University.

Menurut Zhu, China menawarkan lingkungan yang menarik bagi pembuat film AI melalui biaya sewa yang relatif murah, tunjangan hidup dan dukungan komputasi.

Langkah pemerintah daerah tersebut merupakan bagian dari strategi industrialisasi China dalam mengembangkan AI di berbagai sektor ekonomi.

Pola ini sebelumnya digunakan untuk mendorong industri kendaraan listrik, panel surya dan robotika hingga menjadi pemain global.

Baca Juga: Presiden Iran: AS yang Menentukan Kapan Perang Berakhir

Biaya produksi film AI anjlok

Salah satu daya tarik utama teknologi AI bagi industri film adalah biaya produksi yang jauh lebih rendah dibandingkan metode konvensional.

Data lembaga penyiaran pemerintah China, CCTV, menunjukkan biaya produksi drama pendek berbasis AI pada semester I-2026 turun dari sekitar 5.000 yuan atau sekitar US$747 per menit menjadi hanya beberapa ratus yuan per menit.

Pan Xiaojun, mahasiswa pascasarjana bidang penyutradaraan film di Hainan, mengatakan teknologi AI memungkinkan produksi adegan dengan biaya jauh lebih murah.

“Pembuatan adegan pernikahan biasa mungkin menghabiskan 60.000 yuan secara konvensional. Dengan AI, saya bisa membuat adegan surealis yang sama hanya dengan 1.400 yuan,” kata Pan.

Dukungan pemerintah daerah juga membantu menekan biaya komputasi. Pan mengatakan subsidi dan pembebasan biaya sewa dari pemerintah lokal di Hainan turut mengurangi biaya produksi.

Baca Juga: Arab Saudi Klaim Cegat Rudal Houthi, Incar Riyadh dan Fasilitas Aramco

Sejumlah kota lain mulai mengikuti langkah tersebut.

Shanghai pada Mei lalu meluncurkan kebijakan untuk mempercepat produksi mikro-drama berbasis AI dengan menyediakan akses komputasi dan model AI berbasis cloud. Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk mendukung distribusi konten ke pasar luar negeri.

Beijing memiliki dana sebesar 260 juta yuan untuk mendukung teknologi audiovisual. Distrik Huairou, yang merupakan salah satu pusat industri film China, juga menyediakan voucher bagi produser drama pendek berbasis AI untuk menekan biaya komputasi.

Sementara itu, Shenzhen menawarkan dukungan teknis untuk produksi video, efek visual dan pembuatan konten, selain subsidi sewa untuk menarik talenta industri AI.

Platform streaming China iQIYI juga meningkatkan investasi di bidang tersebut. CEO iQIYI Gong Yu mengatakan pada Agustus bahwa perusahaan “all-in” terhadap AI dan memberikan subsidi kepada sejumlah kreator yang memproduksi konten berbasis AI untuk ditayangkan di platformnya.

Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Naik Sekitar 3%, Terbakar Serangan Houthi di Arab Saudi

Risiko kelebihan pasokan

Di balik pertumbuhan cepat industri film AI, muncul kekhawatiran mengenai potensi kelebihan pasokan konten.

DataEye mencatat sebanyak 221.900 tayangan AI baru diluncurkan di Douyin, platform TikTok versi China, sepanjang semester I-2026.

Namun, hanya 1.055 tayangan yang berhasil meraih lebih dari 100 juta penayangan, yang menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan produksi belum tentu diikuti oleh pertumbuhan permintaan yang sebanding.

Risiko serupa sebelumnya muncul di sektor industri lain yang mendapat dukungan besar pemerintah China. Ketika produksi meningkat lebih cepat daripada permintaan domestik, perusahaan dapat menghadapi tekanan harga dan persaingan yang semakin ketat.

Baca Juga: Yield US Treasury Tenor 30 Tahun Capai Level Tertinggi Sejak 2004, Ini Penyebabnya

Industri film AI juga menghadapi persoalan hak cipta dan penggunaan wajah maupun suara aktor. Sejumlah aktor China telah menyuarakan kekhawatiran mengenai penggunaan kemiripan mereka dalam film berbasis AI, termasuk potensi kehilangan pekerjaan bagi pengisi suara.

Konsumen juga mulai mengkritik konten AI yang dinilai kurang orisinal dan menjiplak karya pihak lain.

“Beberapa orang langsung mencampurkan karakter orisinal atau klip tarian milik orang lain ke dalam konten yang dibuat AI tanpa memberikan kredit. Menurut saya, perilaku itu sepenuhnya tidak dapat diterima,” kata Wen, seorang penggemar konten AI berusia 22 tahun.

China saat ini mewajibkan pelabelan untuk konten yang dibuat menggunakan AIGC. Namun, aturan mengenai hak cipta konten AI masih belum sepenuhnya jelas.

Mulai menembus pasar global

Meski menghadapi berbagai tantangan, produksi film berbasis AI di China terus berkembang dan mulai diarahkan ke pasar internasional.

Administrasi Film Nasional China telah memberikan izin pemutaran publik untuk film fiksi ilmiah berdurasi 90 menit berjudul Sanxingdui: Future Memories.

Film tersebut menjadi film AI pertama produksi studio besar China yang memperoleh persetujuan regulator untuk ditayangkan di bioskop domestik dan dijadwalkan dirilis tahun ini.

Baca Juga: Ekonomi Global Tertekan, Ini Peringatan IMF

Sementara itu, sutradara Cao Yiwen menayangkan film animasi berbasis AI miliknya dalam World AI Film Festival di Cannes pada April lalu.

Cao menilai China mulai berada di posisi depan dalam pengembangan industri film berbasis AI.

“Prancis dan negara-negara Eropa lainnya masih mengamati dan menunggu apakah China akan memperkenalkan aturan yang jelas,” ujarnya.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa China tidak hanya melihat AI sebagai teknologi, tetapi juga sebagai industri baru yang berpotensi menciptakan rantai bisnis dari produksi konten, komputasi, platform distribusi hingga ekspansi ke pasar global.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×