Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pasar saham Korea Selatan naik pada hari Selasa, mengikuti kenaikan Wall Street setelah S&P 500 dan Nasdaq membukukan kenaikan terbesar sejak awal Agustus. Won menguat 1% terhadap dolar, sementara imbal hasil obligasi acuan turun.
Selasa (22/9/2026) pukul 08.30 WIB, indeks KOSPI naik 135,91 poin, atau 1,94%, ke 7.143,63. KOSPI telah meningkat 69,51% sepanjang tahun ini.
Reli KOSPI disokong saham pembuat chip Samsung Electronics yang naik 2,28% dengan saham pesaingnya SK Hynix naik 2,94%.
Indeks Nasdaq mencapai rekor penutupan pada hari Senin (21/9/2026), terangkat oleh saham Advanced Micro Devices dan perusahaan besar AI lainnya.
Baca Juga: Permintaan Rudal Jarak Jauh Naik, Lockheed Martin Dapat Kontrak US$1,2 Miliar
Sementara, harga minyak yang lebih rendah dan imbal hasil US Treasury jangka panjang juga meningkatkan sentimen risiko.
Pemerintah Korea Selatan akan memberikan penjelasan singkat kepada anggota parlemen pada hari Selasa mengenai rencana paket investasi AS senilai US$ 350 miliar, sebuah langkah penting ketika Seoul dan Washington berupaya menyelesaikan implementasi perjanjian perdagangan yang memotong tarif AS terhadap barang-barang Korea Selatan menjadi 15%.
Di antara saham-saham kelas berat indeks lainnya, pembuat baterai LG Energy Solution naik 0,43%, sementara Hyundai Motor dan produsen mobil Kia Corp masing-masing naik 2,30% dan 0,92%.
Saham produsen baja POSCO Holdings naik 0,63%, dengan saham produsen obat Samsung BioLogics naik tipis 0,07%.
Dari total 906 saham yang diperdagangkan, 458 saham menguat, dan 381 melemah.
Investor asing melakukan pembeli bersih saham senilai 162,8 miliar won di pagi ini.
Won dikutip pada 1,365.7 per dolar pada platform penyelesaian dalam negeri, 0,71% lebih tinggi dari penutupan sebelumnya pada 1,375.4.
Baca Juga: Yen Tertekan ke 157 per Dolar, Selisih Suku Bunga Jepang-AS Jadi Sorotan
Won telah menguat 5,4% terhadap dolar sepanjang tahun ini.
Di pasar uang dan utang, obligasi negara berjangka tiga tahun bulan Desember naik 0,04 poin menjadi 102,26. Dengan Imbal hasil obligasi negara Korea bertenor tiga tahun yang paling likuid turun 1,1 basis poin menjadi 4,044%, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun turun 0,8 basis poin menjadi 4,438%.














