kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.914   59,00   0,33%
  • IDX 6.407   21,92   0,34%
  • KOMPAS100 838   3,22   0,39%
  • LQ45 637   2,64   0,42%
  • ISSI 223   0,56   0,25%
  • IDX30 354   0,83   0,24%
  • IDXHIDIV20 441   0,72   0,16%
  • IDX80 96   0,42   0,44%
  • IDXV30 121   0,58   0,48%
  • IDXQ30 114   0,27   0,24%

Permintaan Rudal Jarak Jauh Naik, Lockheed Martin Dapat Kontrak US$1,2 Miliar


Selasa, 22 September 2026 / 08:43 WIB
Permintaan Rudal Jarak Jauh Naik, Lockheed Martin Dapat Kontrak US$1,2 Miliar
ILUSTRASI. Rudal hipersonik produksi Lockheed Martin (Dok/Lockheed Martin)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Lockheed Martin mendapatkan kontrak dari Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) dengan nilai hingga US$1,2 miliar untuk memproduksi varian terbaru rudal Precision Strike Missile (PrSM) Increment 2.

Melansir Reuters Selasa 922/9/2026), perusahaan pertahanan AS tersebut mengatakan kontrak itu mencakup produksi PrSM Increment 2, senjata serang presisi jarak jauh generasi terbaru milik US Army.

Baca Juga: Yen Tertekan ke 157 per Dolar, Selisih Suku Bunga Jepang-AS Jadi Sorotan

PrSM dikembangkan untuk menggantikan sistem rudal Army Tactical Missile System (ATACMS) yang selama ini digunakan Angkatan Darat AS.

Kontrak tersebut diberikan setelah Lockheed Martin menyelesaikan uji terbang kedua PrSM Increment 2. Dalam pengujian tersebut, rudal menunjukkan kemampuan untuk menyerang sasaran maritim yang bergerak.

Perolehan kontrak terjadi ketika Lockheed Martin tengah meningkatkan kapasitas produksi PrSM seiring meningkatnya permintaan terhadap sistem senjata serang jarak jauh.

Pada Maret lalu, Lockheed Martin menandatangani perjanjian selama tujuh tahun dengan Departemen Perang AS untuk meningkatkan kapasitas produksi tahunan menjadi 550 rudal.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Naik Tipis Selasa (22/9) Jelang Potensi Pertemuan AS-Iran di PBB

Perjanjian tersebut melanjutkan kontrak US Army senilai US$4,94 miliar yang diberikan pada tahun lalu. Produksi PrSM juga meningkat setelah rudal tersebut digunakan untuk pertama kalinya dalam operasi tempur melalui Operation Epic Fury.

Bagi Lockheed Martin, peningkatan kapasitas produksi menjadi 550 rudal per tahun mencerminkan meningkatnya kebutuhan AS terhadap persenjataan jarak jauh sekaligus memperkuat prospek bisnis perusahaan di sektor pertahanan.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×