Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Indeks Nikkei Jepang ditutup melemah walau berhasil mengurangi kerugian dengan imbal hasil obligasi pemerintah naik, karena pernyataan Presiden Donald Trump yang lebih lunak dari perkiraan tentang pemilihan paruh waktu AS mendorong investor untuk melepas posisi yang dipegang sebelum penghitungan suara.
Rabu (4/11/2026), indeks saham acuan Nikkei ditutup melemah 1,42% ke level 62.188,63, setelah sempat jatuh hingga 4,8% ke posisi terendahnya sejak 20 Mei. Indeks Topix yang lebih luas turun 0,89% menjadi 3.895,38.
"Para investor telah bersiap menghadapi skenario terburuk dalam reaksi Trump terhadap kekalahan pemilu, dan mereka telah menjual saham dan membeli obligasi," kata Masayuki Koguchi, kepala eksekutif pengelola dana di Mitsubishi UFJ Asset Management.
"Namun, ia mengeluarkan komentar yang lebih lunak dari yang diperkirakan, sehingga mendorong investor untuk melepas posisi tersebut."
Baca Juga: Indeks KOSPI Ditutup Menguat Seiring Lonjakan Saham Produsen Baterai
Trump menerima hasil pemilu dan mengakui bahwa perang di Iran berperan dalam kekalahan Partai Republik, sementara Partai Demokrat bersiap untuk mengambil kendali DPR dan Senat AS dan menantang agenda legislatifnya.
Sebelumnya dalam sesi tersebut, saham-saham terkait AI Jepang anjlok karena kekhawatiran bahwa kemenangan Partai Demokrat dapat menyebabkan regulasi yang lebih ketat terhadap proyek pusat data dan pengeluaran infrastruktur AI yang lebih lambat.
Saham pembuat peralatan pengujian chip Advantest dan Tokyo Electron masing-masing turun 3%, sementara investor teknologi SoftBank Group turun 3%.
Fujikura dan Furukawa Electric, pembuat material utama untuk pusat data, juga terpukul keras, masing-masing turun 5,64% dan 6,19%.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) 10 tahun naik 3,5 basis poin menjadi 2,805% pada hari Rabu, setelah sebelumnya turun menjadi 2,77% di awal sesi, sementara imbal hasil JGB 30 tahun melonjak 5 bps menjadi 3,925%.
Secara teoritis, kemenangan Partai Demokrat akan mendorong imbal hasil obligasi AS lebih rendah karena perlambatan pengeluaran AI akan mengurangi penerbitan obligasi, mempersempit spread obligasi korporasi dan menurunkan imbal hasil utang negara, kata Katsutoshi Inadome, ahli strategi senior di Sumitomo Mitsui Trust Asset Management.













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
