kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.723   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.631   35,41   0,54%
  • KOMPAS100 865   6,30   0,73%
  • LQ45 656   3,92   0,60%
  • ISSI 231   1,41   0,62%
  • IDX30 367   1,97   0,54%
  • IDXHIDIV20 453   2,45   0,54%
  • IDX80 99   0,70   0,71%
  • IDXV30 125   0,86   0,69%
  • IDXQ30 117   0,65   0,56%

Yield Obligasi Jepang Turun Jelang Lelang JGB 30 Tahun


Kamis, 03 September 2026 / 08:04 WIB
Yield Obligasi Jepang Turun Jelang Lelang JGB 30 Tahun
ILUSTRASI. Yen Jepang - Dolar AS (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang atau Japanese Government Bonds (JGB) turun pada perdagangan Kamis (3/9/2026), setelah sebelumnya mencatat kenaikan dalam beberapa sesi berturut-turut.

Penurunan yield terjadi ketika investor kembali menilai risiko inflasi serta prospek kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS). Pasar juga menantikan lelang obligasi Jepang tenor 30 tahun yang akan digelar pada Kamis.

Baca Juga: Pasokan Terancam, Harga Minyak Brent Bertahan di Atas US$ 95 per Barel

Mengutip Reuters, yield JGB tenor 10 tahun turun 4,5 basis poin (bps) menjadi 2,965%. Sementara itu, yield JGB tenor 30 tahun merosot 7 bps menjadi 4,095%.

Sebagai informasi, harga obligasi bergerak berlawanan arah dengan imbal hasilnya. Ketika harga obligasi naik, yield cenderung turun, dan sebaliknya.

Yield JGB tenor dua tahun yang paling sensitif terhadap kebijakan suku bunga Bank of Japan (BOJ) turun 0,5 bps menjadi 1,85%.

Yield JGB tenor 20 tahun juga turun 7 bps menjadi 3,815%, sedangkan yield tenor lima tahun turun 2 bps menjadi 2,290%.

Pergerakan yield obligasi Jepang juga mengikuti tren pasar global. Yield US Treasury turun dari level tertinggi dalam beberapa tahun pada Rabu (2/9/2026).

Yield Treasury AS tenor 10 tahun bahkan berpotensi mengakhiri kenaikan selama lima sesi berturut-turut.

Sentimen tersebut turut dipengaruhi data ketenagakerjaan AS. Laporan ADP National Employment menunjukkan jumlah pekerja sektor swasta AS hanya meningkat lebih rendah dari perkiraan pada Agustus 2026.

Baca Juga: Yield Obligasi Global Naik, IMF Khawatir Beban Utang Negara Berkembang Membengkak

Investor Tunggu Lelang JGB 30 Tahun

Investor juga mencermati pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams yang meredam ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada bulan ini.

Williams mengatakan masih mengumpulkan informasi sebelum menentukan kebijakan moneter berikutnya.

Ia juga menilai kenaikan yield obligasi jangka panjang lebih mencerminkan kondisi ekonomi yang solid dibandingkan kekhawatiran terhadap inflasi.

Sebelumnya, yield JGB ikut meningkat bersama obligasi pemerintah negara lain. Kenaikan tersebut mencerminkan kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi serta tingginya tingkat utang pemerintah.

Baca Juga: Bangkok Bank Terbitkan Obligasi Dolar AS US$ 750 Juta

Kini, perhatian pasar beralih ke lelang JGB tenor 30 tahun. Kementerian Keuangan Jepang dijadwalkan melelang obligasi senilai sekitar 600 miliar yen atau sekitar US$ 3,78 miliar pada Kamis.

Strategis senior obligasi Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities Keisuke Tsuruta menilai tingkat yield yang tinggi berpotensi mendorong minat investor untuk membeli obligasi tersebut.

"Level yield yang tinggi kemungkinan akan mendorong permintaan bargain hunting dalam lelang," kata Tsuruta.

Pergerakan yield JGB akan menjadi perhatian investor karena dapat memberikan gambaran mengenai permintaan terhadap surat utang pemerintah Jepang sekaligus ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan BOJ ke depan.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×