Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) tenor panjang melanjutkan kenaikan pada Jumat (31/7/2026) dan bersiap menorehkan kenaikan bulanan terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
Lonjakan ini dipicu meningkatnya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah serta belum jelasnya arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga: Tiga Pejabat The Fed Desak Kenaikan Suku Bunga, Inflasi AS Dinilai Masih Membandel
Melansir Reuters, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 6,2 basis poin menjadi 4,725%. Angka tersebut menandai kenaikan mingguan kedua berturut-turut dan kenaikan sekitar 30 basis poin sepanjang Juli, yang menjadi peningkatan bulanan terbesar sejak pecahnya perang Iran.
Sementara itu, yield obligasi tenor 30 tahun naik 5,4 basis poin menjadi 5,261%, level tertinggi dalam 19 tahun. Secara bulanan, yield tenor panjang ini telah meningkat sekitar 35 basis poin, terbesar sejak Desember 2024.
Managing Director Mischler Financial Group Tom di Galoma mengatakan, pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik di Timur Tengah.
"Kami terus memantau harga minyak dan kemungkinan situasi yang lebih besar akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kondisinya sangat rumit karena perang masih berlangsung dan Timur Tengah berada dalam situasi yang kacau," ujarnya kepada Reuters.
Baca Juga: Proyeksi Mengecewakan, Apple Terancam Kehilangan Nilai US$500 Miliar
Harga minyak turut menguat setelah muncul laporan bahwa sejumlah kapal tanker terpaksa berbalik arah di Selat Hormuz sehingga memicu kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi global.
Harga minyak mentah AS naik 2% menjadi US$ 85,26 per barel, sedangkan Brent naik 1,04% menjadi US$ 89,96 per barel.
Di sisi lain, ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed juga menjadi faktor pendorong kenaikan yield.
Pada rapat pekan ini, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan, meski tiga dari 12 anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menginginkan kenaikan suku bunga.
Ketua The Fed Kevin Warsh juga tidak memberikan petunjuk yang jelas mengenai arah kebijakan berikutnya selain menegaskan komitmen untuk menurunkan inflasi.
"Saya rasa Warsh memang tidak terlalu ingin menaikkan suku bunga sehingga akan terus terjadi perdebatan di internal The Fed mengenai arah kebijakan," kata di Galoma.
Baca Juga: Nilai Aset Vatikan Bertambah €89 Juta Ditopang Lonjakan Harga Emas
Sejumlah pejabat The Fed juga kembali menyampaikan pandangan hawkish.
Presiden Federal Reserve Dallas Lorie Logan menilai, diperlukan langkah pengetatan dalam waktu dekat agar inflasi kembali ke target 2%.
Sementara itu, Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari dan Presiden Federal Reserve Cleveland Beth Hammack menegaskan mereka mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat pekan ini karena inflasi masih terlalu tinggi.
Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga minimal 25 basis poin pada pertemuan September sebesar 65%. Angka tersebut turun dari 81,9% sepekan lalu, tetapi sedikit meningkat dibandingkan 63,4% pada Kamis (30/7).
Baca Juga: Chelsea Didenda £10 Juta atas Pelanggaran Aturan FA, Lolos dari Pengurangan Poin
Di pasar obligasi, selisih (spread) yield obligasi tenor 2 tahun dan 10 tahun melebar menjadi 43,9 basis poin setelah sempat menyentuh 44,6 basis poin, level tertinggi sejak 29 Mei.
Kurva yield yang semakin curam (steepening) umumnya mencerminkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, tetapi juga mengindikasikan meningkatnya risiko inflasi dalam jangka panjang.
Sementara itu, yield obligasi tenor 2 tahun naik 5,4 basis poin menjadi 4,283% dan bersiap mencatat kenaikan bulanan kelima secara berturut-turut.
Di sisi ekspektasi inflasi, tingkat breakeven obligasi Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS) tenor 10 tahun berada di 2,269%, yang menunjukkan pasar memperkirakan inflasi AS rata-rata sekitar 2,3% per tahun dalam satu dekade mendatang.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
