kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.213
  • EMAS622.149 -0,48%

India dan Pakistan melarang perdagangan mata uang kripto

Sabtu, 07 April 2018 / 19:00 WIB

India dan Pakistan melarang perdagangan mata uang kripto



KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Bank sentral India pada hari Jumat (6/4) memutuskan melarang bank-bank memiliki link ke dealer mata uang kripto. Keputusan dari bank sentral ini segera berdampak pada penurunan harga bitcoin dan mata uang kripto lainnya di bursa lokal.

Mengutip Reuters, Sabtu (7/4), selain India, Bank sentral Pakistan juga mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi pada Jumat malam, bahwa mata uang kripto tidak legal di negara itu.


Bank Negara Pakistan mengatakan kepada bank dan penyedia jasa keuangan lainnya untuk menolak pelanggan yang mencari transaksi mata uang kripto. Bank sentral ini juga mengarakan bahwa mereka yang menggunakan mata uang kripto untuk mentransfer dana di luar Pakistan dapat dituntut.

Pemerintah India dan Reserve Bank of India (RBI) sebelumnya telah memperingatkan publik atas mata uang kripto, dengan New Delhi menegaskan pada awal tahun ini untuk menghilangkan penggunaan mata uang kripto, yang dianggap ilegal.

Harga bitcoin jatuh ke level terendah 350.000 rupee atau setara dengan US$ 5.392 dibandingkan dengan harga pasar internasional yang sebesar US$ 6.617, setelah pengumuman RBI.

"Ini tampaknya menjadi langkah yang sangat agresif. Alih-alih RBI mengambil pendekatan holistik dan melihat bagaimana cara terbaik untuk membendung kemungkinan penyalahgunaan, yang diambil justru pendekatan untuk sepenuhnya melarang sama sekali," kata pakar hukum teknologi IndusLaw, Namita Viswanath, dilansir dari Reuters.

Pada hari Jumat, RBI juga telah mengeluarkan surat edaran yang lebih rinci yang menyatakan bahwa setiap entitas yang diatur yang telah menyediakan layanan mata uang kripto harus memotong semua ikatan dalam waktu tiga bulan.

Pemerintah India sebelumnya mengibaratkan investasi mata uang kripto untuk skema Ponzi yang menawarkan pengembalian luar biasa tinggi kepada investor awal.

Pemerintah pun telah membentuk panel untuk menyelidiki mata uang-kripto dan berencana untuk menunjuk regulator untuk mengawasi pertukaran yang tidak diatur.

Pendiri The Block Chain dan Cryptocurrency Committee, Vishal Gupta memperkirakan bahwa setidaknya 4 hingga 5 juta orang di India memiliki sejenis mata uang kripto dan bahwa 60% dari mereka baru memasuki pasar antara Oktober dan Desember, ketika harga berada di puncak.

Reporter: Agung Jatmiko
Editor: Herlina Kartika

CRYPTOCURRENCIES

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0016 || diagnostic_api_kanan = 0.0853 || diagnostic_web = 0.3960

Close [X]
×