Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. India telah menghapus bea masuk pada beberapa bagian yang digunakan untuk membuat ponsel dan perangkat elektronik lainnya. Di mana, pemerintah menghapus pungutan yang berlaku saat ini sebesar 7,5% dan 5%, dalam sebuah langkah yang dapat membantu perusahaan seperti Apple dan Xiaomi.
Item yang mendapat penghapusan bea masuk adalah, termasuk suku cadang utama untuk memproduksi modul pengisian daya nirkabel untuk ponsel, layar untuk perangkat medis dan mobil, serta sel litium-ion.
Pengecualian ini akan berlaku hingga 31 Maret 2029 mendatang.
Baca Juga: Putin Disebut Siapkan Eskalasi Perang, Targetkan Kuasai Seluruh Donbas
"Hal ini seharusnya meningkatkan daya saing biaya, penambahan nilai dalam negeri, dan lokalisasi manufaktur ponsel pintar dan elektronik bernilai tinggi," kata Manoj Mishra, partner di konsultan bisnis Grant Thornton Bharat.
Pengecualian untuk manufaktur sel litium-ion dapat memacu investasi dalam produksi baterai dalam negeri untuk elektronik dan mobilitas listrik, kata Mishra.
India bertujuan untuk memperluas manufaktur elektronik hingga US$ 500 miliar pada tahun fiskal 2030.
Produksi ponsel pintar di India meningkat 28 kali lipat selama dekade terakhir menjadi 5,45 triliun rupee atau setara US$ 57 miliar pada 2024/2025.














