Inflasi Meroket, Bagaimana Nasib Merek Mewah Ralph Lauren dan Capri?

Rabu, 10 Agustus 2022 | 06:19 WIB Sumber: Reuters
Inflasi Meroket, Bagaimana Nasib Merek Mewah Ralph Lauren dan Capri?

ILUSTRASI. Kinerja Ralph Lauren Corp dan Capri Holdings pemilik Michael Kors, ternyata tak terpengaruh oleh tingkat inflasi yang meroket.


KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kinerja Ralph Lauren Corp dan Capri Holdings pemilik Michael Kors, ternyata tak terpengaruh oleh tingkat inflasi yang meroket. Sebagai bukti, kinerja dua perusahaan yang memproduksi barang-barang mewah tersebut mengalahkan perkiraan kinerja sejumlah analis. 

Hal ini menggarisbawahi adanya permintaan yang kuat untuk pakaian dan tas mewah dari konsumen kaya yang sebagian besar terhindar dari inflasi yang mencekik.

Melansir Reuters, melonjaknya tingkat harga berdampak kecil pada rumah tangga berpenghasilan menengah dan tinggi. Mereka dengan senang hati menghabiskan waktu membelanjakan uang untuk mendapatkan produk label desainer. 

Sepertinya, kelompok menengah dan kaya menggunakan dana yang telah mereka hemat selama pandemi, ketika semuanya - mulai dari liburan di luar negeri hingga makan di luar - tak bisa dilakukan.

“Konsumen berpenghasilan tinggi berbelanja secara berbeda dari yang mereka lakukan selama periode inflasi lainnya,” kata Jessica Ramirez, seorang analis di Jane Hali & Associates.

Dia menambahkan, “Prioritas mereka adalah berbelanja untuk acara, yang sekarang mereka kunjungi kembali setelah keluar dari penguncian, dan itu menempatkan perusahaan barang mewah di tempat yang baik.”

Baca Juga: Dilema AS Meredam Inflasi Tinggi

Namun, saham kedua perusahaan turun sekitar 3% di pasar yang lebih luas. Salah satu penyebabnya adalah penjualan yang lemah di China karena adanya kebijakan penguncian COVID-19 yang berulang.

Kepala eksekutif Capri John Idol mengatakan dia kurang optimistis tentang laju pemulihan permintaan di pasar barang mewah utama.

Sementara itu, pesaing dari Eropa LVMH dan pemilik Gucci juga melihat penjualan mereka meningkat tajam, diuntungkan dari beberapa pengeluaran barang mewah yang beralih ke Eropa karena turis AS diuntungkan dari penguatan dollar.

Data Reuters menunjukkan, Capri dan Ralph Lauren melihat tingkat persediaan masing-masing naik 66% dan 47%, pada akhir kuartal pertama karena perusahaan mempercepat pengiriman produk musiman untuk menghindari penundaan dalam rantai pasokan tahun lalu.

Biaya pengiriman yang lebih tinggi untuk membawa produk ke rak lebih cepat menekan margin laba kotor Capri dan Ralph Lauren.

Baca Juga: Resesi Amerika Serikat Resmi Terjadi: Dua Kuartal Berturut PDB Kontraksi

Pendapatan Ralph Lauren naik 8,3% menjadi US$ 1,49 miliar pada kuartal pertama. Sementara pendapatan Capri naik 8,5% menjadi US$ 1,36 miliar. Kinerja keduanya mengalahkan ekspektasi analis.

Data dari Refinitiv IBES menunjukkan, tidak termasuk item, Capri mencatatkan pendapatan US$1,50 per saham, mengalahkan perkiraan analis sebesar US$ 1,36. Sementara pendapatan Ralph Lauren US$ 1,88 per saham mengalahkan ekspektasi US$ 1,75. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru