Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Elon Musk memasuki bulan April 2025 masih sebagai orang terkaya di dunia. Jeff Bezos dan Mark Zuckerberg masih mengekor di belakangnya.
Kekayaan para orang terkaya di dunia cenderung menurun selama satu bulan terakhir. Penurunan ini juga dialami tiga sosok teratas.
Mengutip data Forbes per tanggal 2 April 2025, Elon Musk masih ada di posisi teratas dengan kekayaan US$345,6 miliar, turun dari US$359,4 miliar yang tercatat pada penghitungan 3 Maret 2025.
Baca Juga: Elon Musk Bongkar Rahasia! Ingin Tunjukkan Cadangan Emas Raksasa AS yang Tersembunyi
Posisi kedua kini diambil alih oleh Jeff Bezos. Kekayaan bos Amazon awal bulan ini ditaksir mencapai US$208,7 miliar, juga turun dari US$227,0 miliar yang tercatat sebulan lalu.
Mark Zuckerberg turun ke peringkat ketiga dengan kekakayaan US$202,6 miliar, turun dari US$230,7 miliar yang dimilikinya bulan lalu.
Selain tiga nama pesohor tersebut, nama lain yang mengisi daftar ini masih belum berubah sejak bulan lalu.
Berikut adalah daftar orang terkaya di dunia bulan ini:
Baca Juga: Intip Gaya Hidup Frugal Ala 10 Miliarder Dunia, Ada Warren Buffet dan Elon Musk
10 Orang Terkaya di Dunia (2 April 2025)
1. Elon Musk: US$345,6 Miliar
- CEO Tesla, CEO SpaceX, serta Chairman & CTO X Corp.
2. Jeff Bezos: US$208,7 Miliar
- Founder dan CEO Amazon, founder Blue Origin, pemilik The Washington Post
3. Mark Zuckerberg: US$202,6 Miliar
- Co-founder, chairman, dan CEO Meta Platforms
4. Larry Ellison: US$177,6 Miliar
- Executive chairman dan CTO Oracle Corporation
5. Warren Buffet: US$166,3 Miliar
- Chairman dan CEO Berkshire Hathaway
6. Bernard Arnault: US$161,7 Miliar
- Chairman dan CEO LVMH
7. Larry Page: US$131,3 Miliar
- Co-founder Google
8. Sergey Brin: US$125,8 Miliar
- Co-founder Google
9. Steve Ballmer: US$115,6 Miliar
- Mantan CEO Microsoft
10. Amancio Ortega: US$114,8 Miliar
- Pendiri Inditex (Zara, Pull & Bear, dll)
Itu dia daftar 10 orang terkaya di dunia pada awal April 2025.
Tonton: China, Jepang, dan Korea Selatan Bersatu Lawan Kenaikan Tarif Sepihak Donald Trump?