Sumber: Fox Business | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. CEO Tesla sekaligus Kepala Departemen Efisiensi Pemerintahan (Department of Government Efficiency/DOGE), Elon Musk, mengungkapkan dukungannya terhadap ide menayangkan siaran langsung dari Fort Knox, lokasi penyimpanan cadangan emas Amerika Serikat.
Pernyataan ini menimbulkan perdebatan luas, terutama terkait transparansi pemerintah dan berbagai teori konspirasi yang beredar mengenai status emas di Fort Knox.
Latar Belakang Gagasan Livestream Fort Knox
Fort Knox, yang secara resmi dikenal sebagai U.S. Bullion Depository, adalah salah satu tempat penyimpanan cadangan emas terbesar milik pemerintah Amerika Serikat. Terletak di Kentucky, fasilitas ini dijaga dengan sistem keamanan tingkat tinggi dan hampir tidak pernah terbuka untuk publik.
Dukungan Musk terhadap gagasan livestream ini muncul saat ia merespons pertanyaan di media sosial mengenai status emas di Fort Knox. Ia menyatakan bahwa ide tersebut akan "sangat keren" dan bahwa "emas tersebut sebenarnya milik rakyat Amerika, jadi mereka berhak melihatnya."
Menurut Musk, siaran langsung tersebut akan memberikan transparansi sekaligus menghibur publik. "Semoga kelihatannya keren. Kita buka pintunya dan lihat, ‘Apakah benar ada emasnya? Mari kita periksa.’ Mungkin akan sangat menarik," ujarnya.
Baca Juga: Elon Musk Kembali Jadi Orang Terkaya di Dunia! Menggeser Bernard Arnault
Respons Pemerintah dan Teori Konspirasi
Gagasan Musk ini mendapat perhatian luas, terutama di tengah berbagai teori konspirasi yang telah beredar selama bertahun-tahun mengenai status emas di Fort Knox. Beberapa pihak meragukan apakah emas tersebut masih berada di tempatnya atau telah dialihkan secara diam-diam.
Musk sendiri turut berspekulasi mengenai keberadaan emas tersebut. Pada pertengahan Februari, ia menulis di media sosial: "Siapa yang memastikan bahwa emas di Fort Knox tidak dicuri? Mungkin ada, mungkin tidak."
Presiden Donald Trump juga dikabarkan mendukung inisiatif ini. "Trump mengatakan ia tertarik untuk melakukannya, jadi semoga bisa terwujud," kata Musk.
Namun, pejabat Departemen Keuangan Amerika Serikat membantah spekulasi tersebut. Menteri Keuangan Scott Bessent menegaskan dalam wawancara Februari lalu bahwa "audit tahunan dilakukan, dan dalam audit terakhir per 30 September 2024, semua emas tercatat dan berada di tempatnya."
Steven Mnuchin, yang menjabat sebagai Menteri Keuangan dalam pemerintahan Trump pertama, juga menyatakan bahwa emas di Fort Knox masih ada. Ia mengunjungi fasilitas tersebut pada Agustus 2017 bersama Gubernur Kentucky saat itu, Matt Bevin, serta beberapa anggota Kongres.
Baca Juga: Tesla Resmi Masuk Pasar Arab Saudi, Hubungan Elon Musk dan Kerajaan Membaik
"Saat saya mengunjungi Fort Knox, emasnya ada di sana. Saya harap tidak ada yang memindahkannya, dan saya yakin itu tidak terjadi," kata Mnuchin dalam wawancara dengan CNBC bulan lalu. Ia juga menambahkan bahwa ada protokol keamanan yang sangat ketat di Fort Knox, yang tidak bisa ia ungkapkan secara rinci.
Status Cadangan Emas Fort Knox
Berdasarkan laporan terbaru dari Departemen Keuangan AS pada akhir Februari, Fort Knox menyimpan 147,3 juta troy ons emas batangan dalam penyimpanan mendalam. Dengan nilai buku sebesar USD 6,2 miliar, harga pasar emas pada Selasa lalu menunjukkan bahwa cadangan emas di Fort Knox sebenarnya bernilai lebih dari US$ 459,2 miliar.
Secara keseluruhan, Departemen Keuangan AS memiliki hampir 261,5 juta troy ons emas yang tersebar di berbagai lokasi penyimpanan yang dikelola pemerintah. Departemen Keuangan juga menyatakan bahwa satu-satunya emas yang pernah dikeluarkan dari Fort Knox adalah dalam jumlah kecil untuk pengujian kemurnian dalam audit rutin.