kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45754,18   -2,20   -0.29%
  • EMAS1.007.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ini langkah yang dilakukan Korea Utara dalam mencegah penyebaran Covid-19


Selasa, 28 Juli 2020 / 14:39 WIB
Ini langkah yang dilakukan Korea Utara dalam mencegah penyebaran Covid-19
ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un

Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Utara melakukan sejumlah langkah pencegahan terhadap penyebaran virus corona pada hari ini (28/7). Media pemerintah melaporkan, hal itu dilakukan setelah negara itu melakukan penguncian (lockdown) terhadap kota Kaesong, yang berada di perbatasan antara negara tersebut dengan Korea Selatan setelah adanya laporan kasus virus corona yang dikonfirmasi secara publik.

Tindakan karantina yang ketat dan penyaringan distrik juga sedang berlangsung. Kantor berita KCNA melaporkan, sejumlah test kit, pakaian pelindung, dan peralatan medis dengan cepat dipasok. 

Langkah itu diambil setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengumumkan keadaan darurat pada Minggu (26/7) setelah seseorang yang dicurigai terinfeksi virus corona kembali dari Korea Selatan.

Baca Juga: Kim Jong Un: Berkat senjata nuklir, tidak akan ada lagi perang

Korea Utara telah melaporkan pengujian 1.211 orang untuk virus tersebut pada 16 Juli dengan semua hasil negatifnya kembali, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke Reuters, Senin. Laporan itu juga disebutkan bahwa 696 warga negara Korea Utara berada di bawah karantina.

Mesin yang digunakan untuk memfasilitasi 1.000 tes telah tiba di Korea Utara, kata WHO. Ada 15 laboratorium yang ditunjuk untuk menguji Covid-19 di negara ini.

Korea Utara memiliki sistem perawatan kesehatan terbatas dengan rumah sakit yang kekurangan listrik, obat-obatan, dan air. Negara tersebut juga sudah lama tergantung pada WHO untuk membeli obat-obatan karena sanksi terhadap Korea Utara menyulitkannya untuk melakukan impor.

Dalam beberapa bulan terakhir, Korea Utara menerima alat tes dan alat pelindung dari WHO dan negara-negara termasuk Rusia, tetapi beberapa di antaranya ditahan di perbatasan karena pembatasan negara itu sendiri.

Korea Utara mengatakan awal bulan ini bahwa mereka telah memulai uji klinis awal pada vaksin untuk virus, tetapi para ahli skeptis.

Baca Juga: Corona di Korea: Kasus impor turun, pemerintah akan kenakan biaya bagi pasien asing

Korea Utara disebut tidak memiliki teknologi atau laboratorium untuk mengembangkan vaksin Covid-19, kata Choi Jung-hun, mantan dokter Korea Utara yang membelot ke Korea Selatan pada tahun 2012.

"Korea Utara bahkan tidak mampu menguji orang hanya sampai tiga atau empat bulan yang lalu," kata Choi, yang sekarang menjadi peneliti di Universitas Korea. "Tidak berdasar bagi mereka untuk mengklaim bahwa mereka mendaftarkan peserta untuk uji coba vaksin Covid-19 pada manusia."



TERBARU

[X]
×