kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45787,20   0,76   0.10%
  • EMAS1.012.000 0,40%
  • RD.SAHAM -0.26%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Corona di Korea: Kasus impor turun, pemerintah akan kenakan biaya bagi pasien asing


Senin, 27 Juli 2020 / 15:35 WIB
Corona di Korea: Kasus impor turun, pemerintah akan kenakan biaya bagi pasien asing
ILUSTRASI. Penyebaran virus corona di Korea Selatan

Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kasus virus Corona baru DI Korea Selatan kembali turun ke bawah 30 pada hari ini setelah kasus impor menyusut dari rekor tertinggi selama akhir pekan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) melaporkan ada 25 kasus baru, termasuk 16 kasus dari luar negeri.

Penambahan ini menandai penurunan tajam dari 58 kasus virus baru yang dilaporkan pada Minggu (26/7) dan level tertinggi dalam empat bulan yakni 113 kasus pada hari Sabtu (25/7).

Kasus virus corona impor di Korea Selatan melonjak karena infeksi meluas di antara pekerja Korea Selatan yang pulang dari Irak dan pelaut asal Rusia. Bahkan, jumlah kasus virus corona impor telah meningkat dengan tambahan dua digit selama lebih dari sebulan.

Baca Juga: Muncul kasus corona baru, Vietnam evakuasi 80.000 orang dari pusat pariwisata Danang

Setidaknya 120 pekerja Korea Selatan yang kembali dari Irak telah dipastikan tertular virus corona. Jumlah tersebut, merupakan bagian dari 290 orang yang telah kembali pada Jumat (24/7). Sebelumnya, 76 pekerja asal Korea Selatan sudah dinyatakan positif terkena virus corona sejak Negeri Ginseng membawa pulang ratusan warga negaranya dari Irak yang dilanda virus corona. 

Di sisi lain, Korea Selatan juga mendeteksi 78 kasus virus coroan yang berasal dari delapan kapal Rusia yang berlabuh di negara tersebut. Setidaknya 32 pelaut asal Rusia telah diuji positif pekan lalu dan sembilan kasus terkait, termasuk di reparasi Korea, telah diidentifikasi virus corona.

"Sudah saatnya untuk menerapkan manajemen yang lebih ketat dalam upaya untuk mencegah kasus impor dari berkembang menjadi penyebaran ke masyarakat," kata Yoon Tae-ho, pejabat kesehatan senior dalam sebuah briefing.



TERBARU

[X]
×