kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Ini Peringatan Terbaru Rusia untuk Amerika


Jumat, 04 Oktober 2024 / 04:55 WIB
ILUSTRASI. Pada Selasa (1/10/2024), Rusia menyatakan kesiapannya menghadapi konfrontasi panjang dengan Amerika Serikat.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Pada Selasa (1/10/2024), Rusia menyatakan kesiapannya menghadapi konfrontasi panjang dengan Amerika Serikat. 

Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov mengatakan, pihaknya telah berulang kali mengirimkan peringatan kepada Washington terkait krisis hubungan antar kedua negara.

Reuters memberitakan, perang Ukraina yang telah berlangsung selama 2,5 tahun telah memicu konfrontasi paling parah antara Rusia dan Barat sejak Krisis Rudal Kuba tahun 1962.

Kondisi pada saat itu dianggap sebagai saat paling dekat kedua negara adidaya Perang Dingin itu menuju perang nuklir yang disengaja.

Konflik tersebut memasuki apa yang menurut pejabat Rusia merupakan fase paling berbahaya hingga saat ini. 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah mendesak sekutu-sekutu Kyiv selama berbulan-bulan untuk membiarkan Ukraina menembakkan rudal-rudal Barat jarak jauh ke dalam wilayah Rusia guna membatasi kemampuan Moskow untuk melancarkan serangan.

Baca Juga: Catatkan Rekor Tertinggi, Rusia Tingkatkan Anggaran Pertahanan Hingga 25%

Ryabkov, yang mengawasi pengendalian senjata dan hubungan dengan Washington, mengatakan bahwa Moskow tidak memiliki ilusi tentang hubungan tersebut. Hal ini mengingat adanya konsensus anti-Rusia bipartisan di Amerika Serikat.

"Kita harus bersiap menghadapi konfrontasi jangka panjang dengan negara ini. Kami siap menghadapi ini dalam segala hal," kata Ryabkov seperti dikutip kantor berita negara RIA.

Dia menambahkan, "Kami mengirimkan semua sinyal peringatan kepada lawan kami agar mereka tidak meremehkan tekad kami." 

Presiden Vladimir Putin memperingatkan Barat minggu lalu bahwa Rusia dapat menggunakan senjata nuklir jika diserang dengan rudal konvensional. 

Baca Juga: Joe Biden Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah, Ada Misi Apa?

Putin juga bilang, Moskow akan menganggap setiap serangan terhadapnya yang didukung oleh kekuatan nuklir sebagai serangan gabungan.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×