kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Ini Peringatan WHO jika Omicron Tak Terkendali, Bisa Muncul Varian Lebih Mematikan


Jumat, 14 Januari 2022 / 23:15 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Ini peringatan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, jika penularan Omicron dan varian virus corona lainnya tidak terkendali.

"Lebih banyak penularan berarti lebih banyak rawat inap, lebih banyak kematian, lebih banyak orang yang tidak bekerja, termasuk guru dan tenaga kesehatan, dan lebih banyak gangguan terhadap layanan sosial dan kesehatan yang penting," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Lebih banyak transmisi juga berarti lebih banyak risiko munculnya varian lain yang bahkan lebih menular dan lebih mematikan daripada varian sebelumnya," ungkapnya, dikutip dari laman resmi WHO, Jumat (14/1).

Skala dan kecepatan penularan virus corona, dia menambahkan, juga berarti lebih banyak tekanan pada tenaga kesehatan dan perawatan yang sudah terbebani juga kelelahan.

Baca Juga: WHO: Meski Lebih Ringan, Varian Omicron Tetap Menjadi Virus Berbahaya

"Mengakhiri distribusi vaksin, terapi, dan diagnostik yang tidak adil tetap menjadi kunci untuk mengakhiri pandemi. Jika kita mengakhiri ketidakadilan, kita mengakhiri fase akut pandemi," tegas Tedros.

Menurutnya, lebih banyak vaksin akan dibutuhkan yang memiliki dampak lebih besar pada pencegahan infeksi dan penularan, serta penyakit parah dan kematian akibat Covid-19.

Hanya, Tedros menekankan, sementara beberapa negara merekomendasikan vaksin booster, prioritas langsung bagi dunia adalah mempercepat akses ke vaksinasi primer, terutama untuk kelompok yang berisiko lebih besar terkena penyakit parah.

Tetapi, dia mengingatkan, vaksin memang tetap sangat efektif untuk mencegah penyakit parah dan kematian akibat, tapi tidak sepenuhnya mencegah penularan. Karena itu, semua pihak harus menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin.




TERBARU

[X]
×