Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Badan intelijen Korea Selatan meyakini bahwa putri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah diposisikan sebagai calon penerus kepemimpinan.
Hal ini disampaikan para anggota parlemen pada Senin (6/4/2026), mengutip penilaian terbaru dari badan intelijen tersebut.
Melansir Reuters, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) menyatakan bahwa kesimpulan tersebut didasarkan pada “informasi intelijen yang kredibel”, bukan sekadar dugaan.
Baca Juga: Iran dan AS Dikabarkan Sudah Terima Rencana untuk Gencatan Senjata
Penilaian itu disampaikan dalam rapat tertutup dengan anggota parlemen dari partai pemerintah maupun oposisi.
Salah satu indikator yang disorot adalah kemunculan putri Kim yang mengendarai tank dalam sebuah kegiatan publik.
Menurut NIS, hal itu dimaksudkan untuk menunjukkan kemampuan militernya sekaligus menghapus keraguan terhadap kemungkinan penerus perempuan.
Media pemerintah Korea Utara sebelumnya juga merilis foto yang memperlihatkan Kim dan putrinya mengendarai tank baru.
Dalam kesempatan lain, ia juga terlihat menggunakan senapan di lapangan tembak serta memegang pistol.
Anggota parlemen dari Partai Demokrat Park Sun-won menyebut, kemunculan tersebut sebagai bentuk “penghormatan” terhadap pola yang pernah dilakukan Kim Jong Un saat dipersiapkan menggantikan ayahnya pada awal 2010-an.
Baca Juga: AS dan Iran Terima Proposal Akhiri Konflik, Gencatan Senjata Segera Dibahas
Putri Kim yang diyakini bernama Kim Ju Ae dan berusia sekitar 13 tahun, sebelumnya telah disebut-sebut tengah dipersiapkan sebagai penerus.
Kini, perannya dinilai semakin menonjol, terutama dalam berbagai kegiatan terkait pertahanan.
Menurut para anggota parlemen, kehadiran Ju Ae secara berulang dalam acara militer bertujuan membangun narasi suksesi dan mengurangi keraguan terhadap kepemimpinan perempuan di Korea Utara.
Bahkan, ia disebut mulai diperlakukan sebagai figur nomor dua secara de facto dalam struktur kepemimpinan negara tersebut.
Sementara itu, anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat, Lee Seong-kweun, menyatakan bahwa spekulasi terkait ketidakpuasan adik Kim, Kim Yo Jong, dinilai tidak tepat karena ia tidak memiliki kekuasaan independen.
Baca Juga: UEA: Akses Selat Hormuz Harus Dijamin dalam Kesepakatan AS-Iran
Meski demikian, sejumlah analis Korea Utara mengingatkan agar tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa Ju Ae telah resmi ditetapkan sebagai penerus.
Analis dari Korea Institute for National Unification Hong Min menilai, kemunculan Ju Ae bersama ayahnya bukan secara mandiri berbeda dengan pola yang ditunjukkan Kim Jong Un saat dipersiapkan menjadi pemimpin.













