Investor Bakal Mencermati Pendapatan dari Produsen Kendaraan Listrik China

Senin, 15 Agustus 2022 | 10:07 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Investor Bakal Mencermati Pendapatan dari Produsen Kendaraan Listrik China

ILUSTRASI. Investor akan mengurai laporan dari Nio Inc, XPeng Inc dan Li Auto Inc untuk petunjuk apakah margin akan membaik.


KONTAN.CO.ID - BEIJING. Sejumlah besar pendapatan dari pembuat kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) China akan sangat dicermati oleh investor sembari melihat celah apakah reli harga saham sektor tersebut dapat dihidupkan kembali.

Investor akan mengurai laporan dari Nio Inc, XPeng Inc dan Li Auto Inc untuk petunjuk apakah margin akan membaik setelah berbulan-bulan tekanan yang ditimbulkan oleh kenaikan biaya bahan baku dan gangguan rantai pasokan. Para manajer investasi menlihat, valuasi saham mungkin berisiko jika tidak ada tanda-tanda pemulihan.

Saham kendaraan listrik mungkin mendapatkan kesempatan bangkit jika trader melihat tanda-tanda profitabilitas meningkat, terutama karena permintaan untuk mobil yang lebih bersih diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi tahun ini.

Baca Juga: Mbah Google Mencatat, Penelusuran Masyarakat Terkait Mobil Listrik Melesat 300%

Sebagai informasi, menurut Asosiasi Produsen Mobil China, penjualan kendaraan energi baru naik 117% pada Juli. Sementara Asosiasi Mobil Penumpang China memperkirakan pembelian EV akan mencapai rekor 6 juta tahun ini.

“Tren yang bagus adalah margin mereka turun dan produksi semakin tinggi,” kata Andy Wong, fund manager di LW Asset Management Advisors Ltd. dikutip dari Bloomberg, Senin (15/8).

Dari tiga pembuat EV, Li Auto diperkirakan akan melaporkan margin laba kotor tertinggi sebesar 21% pada kuartal kedua, dibandingkan 22,6% dalam tiga bulan sebelumnya. Margin XPeng mungkin menyusut menjadi 9,6% dari 12,2% sementara Nio kemungkinan menyempit menjadi 12,3% dari 14,6%. Ketiganya diperkirakan telah membukukan kerugian bersih dalam tiga bulan hingga Juni.

Baca Juga: Pembeli Mobil Listrik Produksi Luar Amerika Utara Tak Lagi Dapat Insentif Pajak di AS

Produsen mobil bergulat dengan biaya bahan baku yang lebih tinggi setelah pasokan sulit untuk mengimbangi lonjakan permintaan. Biaya yang tidak terkendali memicu kenaikan harga baterai untuk kendaraan listrik.

"Investor sudah menjual dan sektor EV China masih diperdagangkan pada valuasi yang cukup tinggi, dengan latar belakang penjualan yang kuat tetapi pendapatan tidak begitu kuat," kata Qi Wang, chief executive officer MegaTrust Investment.

Yang pasti, beberapa investor telah meraup cuan besar dengan bertaruh di pasar EV China, yang terbesar di dunia. Ini termasuk Shenzhen Co-Power Capital Management Co yang memposisikan untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan karena ekspektasi bahwa sektor ini akan mencapai valuasi yang lebih tinggi.

Baca Juga: Tambah Investasi Rp 27,1 Triliun, Toyota Fokus Kembangkan Elektrifikasi di Indonesia

Saham EV telah melonjak sebelumnya karena China meluncurkan kebijakan untuk menghidupkan kembali industri otomotif setelah konsumsi mengering selama penguncian Covid. 

Meskipun reli tersendat pada bulan Juli, prospek yang lebih luas untuk sektor ini solid karena diharapkan menjadi penerima manfaat utama dari dorongan Beijing untuk mengerek energi hijau dan manufaktur teknologi tinggi.

Li Auto dijadwalkan untuk melaporkan pendapatan setelah penutupan pasar Senin, sementara XPeng akan mengumumkan keuntungannya pada 23 Agustus. Nio belum mengkonfirmasi tanggal.

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Terbaru