Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Investor Jepang kembali melepas obligasi luar negeri untuk pekan kedua berturut-turut hingga 29 Agustus 2026.
Kondisi ini menjadi sinyal melemahnya permintaan terhadap surat utang global di tengah kekhawatiran inflasi yang masih tinggi dan ekspektasi kenaikan suku bunga.
Melansir Reuters Kamis (3/9/2026), berdasarkan data Kementerian Keuangan Jepang, investor Jepang mencatat penjualan bersih obligasi jangka panjang asing sebesar 824 miliar yen atau sekitar US$ 5,20 miliar pada pekan lalu.
Baca Juga: Permintaan Baru Pacu Penguatan Aktivitas Bisnis, PMI Singapura Melonjak
Sementara itu, penjualan bersih surat utang asing berjangka pendek tercatat hanya 9,7 miliar yen. Angka tersebut merupakan level terendah dalam tujuh pekan terakhir.
Arus keluar tersebut memperkuat indikasi bahwa Jepang mulai menjadi sumber dukungan yang lebih kecil bagi pasar obligasi global.
Kenaikan imbal hasil obligasi domestik Jepang serta biaya lindung nilai valuta asing yang mahal membuat aset obligasi luar negeri menjadi kurang menarik bagi investor Jepang.
Perubahan perilaku investor Jepang tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap pasar obligasi pemerintah global.
Investor dapat menuntut imbal hasil yang lebih tinggi ketika inflasi tetap sulit turun, sementara beban utang pemerintah masih besar.
Baca Juga: 4 Bek Jadi Target Manchester United pada 2027, INEOS Siapkan Rp11,4 Triliun
Imbal hasil obligasi global melonjak
Imbal hasil obligasi global melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade pada Rabu (2/9). Kenaikan tersebut dipicu perang di Timur Tengah yang mendorong harga energi lebih tinggi dan kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.
Ketua Federal Reserve AS Kevin Warsh mengatakan pekan lalu bahwa bank sentral AS masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan jika para pembuat kebijakan belum yakin bahwa inflasi mendasar kembali menuju target 2%.
Data yang dirilis pekan lalu juga menunjukkan inflasi tahunan Amerika Serikat (AS) masih berada di atas target 2% The Fed pada Juli 2026. Kondisi tersebut telah berlangsung selama 65 bulan berturut-turut.
Di tengah aksi jual obligasi asing, investor Jepang justru masih mencatatkan pembelian bersih saham luar negeri sebesar 35,8 miliar yen pada pekan lalu. Ini menjadi pembelian bersih saham luar negeri untuk pekan ketiga dalam empat pekan terakhir.
Baca Juga: Negara Pasifik Bersiap Hadapi China, Uji Coba Rudal Jadi Sorotan
Investor asing kembali beli obligasi Jepang
Dari sisi sebaliknya, investor asing mencatat pembelian bersih obligasi jangka panjang Jepang sebesar 509,1 miliar yen pada pekan lalu. Ini merupakan pekan kedua berturut-turut investor asing memborong obligasi Jepang.
Investor asing juga membeli bersih surat utang jangka pendek Jepang sebesar 16,6 miliar yen setelah sebelumnya mencatatkan penjualan selama dua pekan berturut-turut.
Untuk pasar saham Jepang, investor asing mencatat pembelian bersih sebesar 35,8 miliar yen. Angka ini berbanding terbalik dengan penjualan bersih sekitar 763,4 miliar yen pada pekan sebelumnya.
Sebagai informasi, berdasarkan kurs yang digunakan dalam laporan tersebut, US$ 1 setara dengan 158,36 yen.
Baca Juga: Yen Kembali Menguat, Ditopang Penyesuaian Suku Bunga BOJ yang Agresif














