Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Indeks saham Jepang melemah tajam pada perdagangan Senin (31/8/2026), setelah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral global menyusul pernyataan hawkish Ketua Federal Reserve Kevin Warsh.
Mengutip Reuters, indeks Nikkei 225 turun 1,97% menjadi 65.096,63 pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Topix melemah 0,84% ke level 4.111,71.
Baca Juga: Indeks KOSPI Anjlok 2% di Pagi Ini (31/8), Tertekan Komentar Warsh
Sentimen investor Jepang turut tertekan oleh penurunan indeks utama Wall Street pada perdagangan pekan lalu.
Pasar meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed setelah Warsh kembali menegaskan pentingnya upaya mengendalikan inflasi.
Di Jepang, pasar juga hampir sepenuhnya memperkirakan Bank of Japan (BOJ) akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan kebijakan bulan depan.
Ekspektasi tersebut turut mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Jepang ke level tertinggi dalam beberapa dekade pada Senin.
Ekonom senior Sony Financial Group Takayuki Miyajima mengatakan pelemahan saham AS pada pekan lalu dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS berpotensi membebani sentimen investor.
“Selain penurunan saham AS pada pekan lalu, meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS setelah pernyataan Ketua The Fed Warsh kemungkinan akan membebani sentimen investor,” kata Miyajima dalam catatannya.
Namun, ia menilai saham sektor keuangan berpotensi mendapatkan keuntungan dari ekspektasi kenaikan suku bunga domestik.
“Saham sektor keuangan berpotensi mendapat minat beli karena ekspektasi kenaikan suku bunga domestik, sementara Topix diperkirakan mampu bertahan lebih baik dibandingkan Nikkei 225,” ujarnya.
Baca Juga: Dolar AS Menguat Dekati Level Tertinggi 2 Pekan, Yen Kembali Tembus 160
Saham Teknologi Tertekan
Tekanan terbesar terlihat pada sejumlah saham perusahaan teknologi dan manufaktur.
Saham Advantest menjadi salah satu saham dengan penurunan terbesar, yakni sekitar 7%. Mitsubishi Materials turun 6,37%, sedangkan Japan Steel Works melemah 5,38%.
Dari 225 saham yang tergabung dalam indeks Nikkei, sebanyak 150 saham tercatat turun, 70 saham menguat, dan lima saham tidak berubah.
Di sisi lain, sejumlah saham berhasil mencatatkan penguatan. Kansai Electric Power naik 6,22%, Tokai Carbon menguat 5,08%, sedangkan JTEKT naik 4,10%.
Pergerakan pasar Jepang selanjutnya akan dipengaruhi oleh perkembangan ekspektasi suku bunga The Fed dan BOJ, serta data ekonomi yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter kedua bank sentral tersebut.
Baca Juga: AS Serang Dua Peluncur Rudal Iran di Pulau Larak, Konflik Kembali Memanas














