kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.773   64,00   0,36%
  • IDX 6.491   -27,60   -0,42%
  • KOMPAS100 846   -2,13   -0,25%
  • LQ45 641   -1,05   -0,16%
  • ISSI 228   -1,14   -0,50%
  • IDX30 359   -0,37   -0,10%
  • IDXHIDIV20 439   0,26   0,06%
  • IDX80 96   -0,20   -0,20%
  • IDXV30 123   0,74   0,61%
  • IDXQ30 114   -0,03   -0,03%

Nikkei Anjlok Hampir 2% Senin (31/8), Investor Jepang Waspadai Kenaikan Suku Bunga


Senin, 31 Agustus 2026 / 08:58 WIB
Nikkei Anjlok Hampir 2% Senin (31/8), Investor Jepang Waspadai Kenaikan Suku Bunga
ILUSTRASI. JAPAN-STOCKS (AFP/PHILIP FONG)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Indeks saham Jepang melemah tajam pada perdagangan Senin (31/8/2026), setelah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral global menyusul pernyataan hawkish Ketua Federal Reserve Kevin Warsh.

Mengutip Reuters, indeks Nikkei 225 turun 1,97% menjadi 65.096,63 pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Topix melemah 0,84% ke level 4.111,71.

Baca Juga: Indeks KOSPI Anjlok 2% di Pagi Ini (31/8), Tertekan Komentar Warsh

Sentimen investor Jepang turut tertekan oleh penurunan indeks utama Wall Street pada perdagangan pekan lalu.

Pasar meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed setelah Warsh kembali menegaskan pentingnya upaya mengendalikan inflasi.

Di Jepang, pasar juga hampir sepenuhnya memperkirakan Bank of Japan (BOJ) akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan kebijakan bulan depan.

Ekspektasi tersebut turut mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Jepang ke level tertinggi dalam beberapa dekade pada Senin.

Ekonom senior Sony Financial Group Takayuki Miyajima mengatakan pelemahan saham AS pada pekan lalu dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS berpotensi membebani sentimen investor.

“Selain penurunan saham AS pada pekan lalu, meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS setelah pernyataan Ketua The Fed Warsh kemungkinan akan membebani sentimen investor,” kata Miyajima dalam catatannya.

Namun, ia menilai saham sektor keuangan berpotensi mendapatkan keuntungan dari ekspektasi kenaikan suku bunga domestik.

“Saham sektor keuangan berpotensi mendapat minat beli karena ekspektasi kenaikan suku bunga domestik, sementara Topix diperkirakan mampu bertahan lebih baik dibandingkan Nikkei 225,” ujarnya.

Baca Juga: Dolar AS Menguat Dekati Level Tertinggi 2 Pekan, Yen Kembali Tembus 160

Saham Teknologi Tertekan

Tekanan terbesar terlihat pada sejumlah saham perusahaan teknologi dan manufaktur.

Saham Advantest menjadi salah satu saham dengan penurunan terbesar, yakni sekitar 7%. Mitsubishi Materials turun 6,37%, sedangkan Japan Steel Works melemah 5,38%.

Dari 225 saham yang tergabung dalam indeks Nikkei, sebanyak 150 saham tercatat turun, 70 saham menguat, dan lima saham tidak berubah.

Di sisi lain, sejumlah saham berhasil mencatatkan penguatan. Kansai Electric Power naik 6,22%, Tokai Carbon menguat 5,08%, sedangkan JTEKT naik 4,10%.

Pergerakan pasar Jepang selanjutnya akan dipengaruhi oleh perkembangan ekspektasi suku bunga The Fed dan BOJ, serta data ekonomi yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter kedua bank sentral tersebut.

Baca Juga: AS Serang Dua Peluncur Rudal Iran di Pulau Larak, Konflik Kembali Memanas




TERBARU

[X]
×