kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   -45,00   -0,25%
  • IDX 6.523   21,69   0,33%
  • KOMPAS100 848   5,34   0,63%
  • LQ45 643   3,77   0,59%
  • ISSI 229   -0,19   -0,08%
  • IDX30 359   2,37   0,67%
  • IDXHIDIV20 436   3,34   0,77%
  • IDX80 97   0,55   0,58%
  • IDXV30 121   0,32   0,27%
  • IDXQ30 114   0,80   0,71%

Inflasi Inti Jepang Naik pada Juli, Perkuat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga


Jumat, 21 Agustus 2026 / 08:42 WIB
Inflasi Inti Jepang Naik pada Juli, Perkuat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga
ILUSTRASI. Yen Jepang - Dolar AS (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID - Inflasi konsumen inti Jepang meningkat pada Juli 2026 dibandingkan setahun sebelumnya.

Kondisi ini memperkuat alasan bagi Bank of Japan (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga dalam pertemuan kebijakan moneter mendatang.

Mengutip Reuters, Jumat (21/8/2026), indeks harga konsumen (CPI) inti Jepang, yang mencakup komponen energi tetapi tidak memasukkan harga makanan segar yang bergejolak, naik 1,8% secara tahunan pada Juli.

Baca Juga: Subaru Tersandung Kasus Akses Data Servis Kendaraan di Australia

Kenaikan tersebut sesuai dengan perkiraan median ekonom dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 1,6% pada Juni.

Meski demikian, inflasi inti Jepang masih berada di bawah target BOJ sebesar 2% selama tujuh bulan berturut-turut.

Salah satu faktor yang menahan inflasi adalah subsidi pemerintah yang ditujukan untuk menekan biaya bahan bakar.

Data inflasi ini akan menjadi salah satu pertimbangan utama BOJ dalam pertemuan kebijakan pada 17-18 September 2026.

Pasar secara luas memperkirakan bank sentral Jepang akan menaikkan suku bunga menjadi 1,25% dari saat ini 1%.

Tekanan Inflasi Diperkirakan Meningkat

Para ekonom memperkirakan inflasi inti Jepang akan kembali meningkat di atas target BOJ dalam beberapa bulan mendatang.

Salah satu pendorongnya adalah semakin luasnya pengalihan kenaikan biaya bahan baku kepada konsumen.

Kenaikan biaya bahan baku sebelumnya telah mendorong lonjakan inflasi di tingkat grosir.

Baca Juga: PMI Manufaktur Jepang Ekspansi, Pesanan Baru Tumbuh Tercepat Sejak 2018

"Inflasi konsumen inti kemungkinan akan kembali meningkat seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang akan mendorong harga minyak mentah lebih tinggi dan menambah tekanan harga akibat pelemahan yen," kata Masato Koike, ekonom senior Sompo Institute Plus.

Koike juga memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga pada September.

Indeks inflasi yang tidak memasukkan harga makanan segar dan bahan bakar, yang menjadi salah satu indikator yang lebih diperhatikan BOJ untuk mengukur tekanan inflasi mendasar, naik 1,9% secara tahunan pada Juli, setelah tumbuh 1,7% pada Juni.

Inflasi Jasa Mulai Menguat

Inflasi sektor jasa Jepang juga menunjukkan peningkatan. Harga jasa naik 1,2% pada Juli secara tahunan, dibandingkan kenaikan 1,1% pada Juni.

Kenaikan tersebut menjadi indikasi bahwa perusahaan mulai meneruskan peningkatan biaya tenaga kerja kepada konsumen di tengah kondisi pasar tenaga kerja yang ketat.

Meski demikian, inflasi barang masih jauh lebih tinggi, yakni mencapai 2,7% secara tahunan pada Juli.

Baca Juga: AS Akan Jatuhkan Sanksi Terberat Dalam Sejarah Bagi Iran

BOJ sebelumnya telah menaikkan suku bunga ke 1% pada Juni, level tertinggi dalam 31 tahun.

Namun, bank sentral mempertahankan kebijakan moneternya pada Juli sekaligus memberikan peringatan terkuat sejauh ini mengenai meningkatnya risiko inflasi.

Sejumlah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa BOJ berpotensi menaikkan suku bunga paling cepat pada September. Bank sentral juga disebut mempertimbangkan kenaikan suku bunga yang lebih agresif setelahnya, dari frekuensi saat ini sekitar dua kali dalam setahun.




TERBARU

[X]
×