kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.729   61,00   0,35%
  • IDX 6.101   5,57   0,09%
  • KOMPAS100 803   -2,01   -0,25%
  • LQ45 613   -3,15   -0,51%
  • ISSI 214   0,34   0,16%
  • IDX30 350   -1,66   -0,47%
  • IDXHIDIV20 434   -5,26   -1,20%
  • IDX80 93   -0,25   -0,27%
  • IDXV30 120   -0,87   -0,72%
  • IDXQ30 114   -1,47   -1,27%

Inflasi Inti Jepang Melambat ke Level Terendah, Perang Iran Bayangi Kenaikan Harga


Jumat, 22 Mei 2026 / 09:57 WIB
Inflasi Inti Jepang Melambat ke Level Terendah, Perang Iran Bayangi Kenaikan Harga
ILUSTRASI. Inflasi inti Jepang melambat drastis, tapi pasar global terguncang. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Inflasi inti tahunan Jepang melambat ke level terendah dalam empat tahun pada April 2026. Perlambatan ini dipengaruhi oleh subsidi pemerintah untuk bahan bakar dan pendidikan, meski analis memperkirakan lonjakan biaya energi akibat perang di Timur Tengah akan kembali mendorong kenaikan harga dalam beberapa bulan mendatang.

Data yang dirilis pada Jumat (22/5/2026) menunjukkan, indeks harga konsumen (CPI) inti Jepang yang tidak memasukkan komponen harga makanan segar naik 1,4% pada April dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kenaikan 1,8% pada Maret dan juga di bawah proyeksi median pasar sebesar 1,7%.

Kenaikan tersebut menjadi yang paling lambat sejak Maret 2022. Penurunan biaya pendidikan sebesar 10,6% menekan inflasi sektor jasa dan mengimbangi kenaikan harga berbagai komoditas lain, termasuk makanan.

Sementara itu, indeks terpisah yang mengecualikan harga makanan segar dan bahan bakar — yang dipantau ketat oleh Bank of Japan (BOJ) sebagai indikator inflasi berbasis permintaan — naik 1,9% pada April secara tahunan, setelah sebelumnya meningkat 2,4% pada Maret.

Baca Juga: Harga Emas Melemah, Tertekan Dolar AS dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Ekonom Senior APAC Capital Economics, Abhijit Surya, menilai tekanan inflasi hanya mereda sementara.

“Meski tekanan inflasi mereda pada April, kenaikan harga kemungkinan akan kembali meningkat dalam waktu dekat. Karena itu, kami masih melihat Bank of Japan kemungkinan akan melanjutkan siklus pengetatan moneternya lebih cepat daripada nanti,” ujar Surya.

Peluang Kenaikan Suku Bunga BOJ Menguat

Data inflasi ini menjadi salah satu faktor yang akan dicermati BOJ dalam rapat kebijakan bulan depan. Dewan gubernur diperkirakan luas akan menaikkan suku bunga acuan jangka pendek menjadi 1% dari sebelumnya 0,75%.

Pasar global juga terguncang setelah perang Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima aliran minyak dan gas dunia. Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak mentah dan penguatan dolar AS sebagai aset safe haven terhadap yen Jepang.

Perang tersebut memperumit rencana kenaikan suku bunga BOJ karena meningkatkan tekanan inflasi, sekaligus membebani ekonomi Jepang yang sangat bergantung pada impor bahan bakar dari Timur Tengah.

Baca Juga: Starbucks Hentikan Program AI Penghitung Inventaris Setelah 9 Bulan Digunakan

Inflasi grosir Jepang, yang menjadi indikator awal harga konsumen, tercatat meningkat paling cepat dalam tiga tahun pada April. Kenaikan harga minyak dan produk kimia akibat perang Iran memperkuat alasan bagi BOJ untuk segera menaikkan suku bunga.

Anggota Dewan BOJ, Junko Koeda, pada Kamis mengatakan pihaknya tengah mencermati kecepatan dan besarnya transmisi inflasi dari tingkat grosir ke harga konsumen sebagai dasar menentukan waktu dan besaran kenaikan suku bunga berikutnya.

“Saya percaya menaikkan suku bunga kebijakan secara bertahap dan tepat merupakan langkah yang wajar untuk menghadapi inflasi tinggi, sambil tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap perekonomian,” kata Koeda.

Ia juga memperingatkan bahwa guncangan energi berpotensi mendorong inflasi inti melampaui target 2% yang ditetapkan bank sentral.

Gubernur BOJ Kazuo Ueda dijadwalkan menyampaikan pidato pada 3 Juni mendatang. Pernyataannya akan dicermati pasar untuk mencari petunjuk apakah bank sentral Jepang benar-benar akan menaikkan suku bunga pada rapat kebijakan 15-16 Juni mendatang.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×