kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.732   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.516   13,92   0,21%
  • KOMPAS100 847   4,46   0,53%
  • LQ45 642   3,31   0,52%
  • ISSI 228   -0,28   -0,12%
  • IDX30 358   2,06   0,58%
  • IDXHIDIV20 436   3,13   0,72%
  • IDX80 97   0,41   0,42%
  • IDXV30 121   0,38   0,31%
  • IDXQ30 114   0,73   0,65%

Subaru Tersandung Kasus Akses Data Servis Kendaraan di Australia


Jumat, 21 Agustus 2026 / 08:34 WIB
Subaru Tersandung Kasus Akses Data Servis Kendaraan di Australia
ILUSTRASI. Subaru BRZ Dipasarkan dengan Harga Mulai Rp 885 Juta (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Regulator persaingan usaha Australia menggugat unit Subaru di negara tersebut karena diduga memberikan akses informasi perbaikan kendaraan yang berbeda antara bengkel independen dan jaringan dealer resminya.

Komisi Persaingan dan Konsumen Australia atau Australian Competition and Consumer Commission (ACCC) mengatakan pada Jumat (21/8/2026) bahwa Subaru Australia diduga tidak memberikan akses yang sama terhadap perangkat lunak dan informasi teknis kendaraan kepada bengkel independen seperti yang diberikan kepada dealer Subaru.

Baca Juga: PMI Manufaktur Jepang Ekspansi, Pesanan Baru Tumbuh Tercepat Sejak 2018

ACCC menuding pelanggaran tersebut berlangsung antara Juli 2022 hingga Agustus 2024. Subaru Australia merupakan satu-satunya importir dan distributor kendaraan Subaru di Australia.

Menurut regulator, Subaru hanya memberikan akses kepada bengkel independen melalui bantuan jarak jauh.

Perusahaan juga menyediakan informasi secara tahunan, bukan pilihan akses harian atau bulanan yang diwajibkan.

Subaru juga disebut gagal memberikan informasi terkait skema tersebut kepada dua bengkel independen segera setelah diminta.

ACCC menilai tindakan tersebut melanggar Motor Vehicle Service and Repair Information Sharing Scheme (MVIS).

Baca Juga: Emas Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Ketiga Beruntun pada Jumat (21/8)

Kasus ini menjadi tindakan hukum pertama yang ditempuh regulator terkait dugaan pelanggaran terhadap skema tersebut.

MVIS merupakan skema wajib yang mengharuskan informasi mengenai servis dan perbaikan kendaraan tersedia untuk dibeli oleh seluruh bengkel di Australia dengan harga yang tidak melebihi nilai pasar wajarnya.

ACCC juga mengatakan pelanggaran tersebut membuat bengkel independen harus membeli perangkat keras tertentu agar dapat menghubungkan perangkat lunak dengan kendaraan Subaru.

"Konsumen mungkin tidak dapat menggunakan bengkel independen, lokal, atau yang dikelola keluarga, dan sebagai gantinya harus menggunakan dealer Subaru," kata Komisaris ACCC Luke Woodward.

Baca Juga: AS Tingkatkan Volume Buyback US Treasury, Bessent: Bisa Ditambah Lagi

ACCC Minta Sanksi

ACCC mengatakan, pihaknya meminta pengadilan memberikan sejumlah putusan, termasuk deklarasi atas pelanggaran, sanksi, biaya perkara, serta perintah lainnya.

Namun, regulator belum merinci besaran sanksi yang diminta.

Subaru Australia belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters hingga berita ini diterbitkan.

Gugatan ini menjadi sorotan karena aturan MVIS dirancang untuk memastikan bengkel independen memiliki akses yang wajar terhadap informasi teknis dan perangkat yang dibutuhkan untuk melakukan servis kendaraan, sehingga konsumen tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan dealer resmi produsen.

Baca Juga: Klaim Pengangguran AS Turun, Pasar Kerja Masih Stabil


Video Terkait



TERBARU

[X]
×