Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas stabil pada perdagangan Jumat (21/8/2026), tetapi masih berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan ketiga secara berturut-turut.
Penguatan harga emas ditopang oleh pelemahan dolar AS serta upaya Departemen Keuangan AS menahan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang.
Mengutip Reuters, harga emas spot relatif tidak berubah di US$ 4.514,23 per ons troi pada pukul 00.31 GMT. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak awal Juni.
Baca Juga: AS Akan Jatuhkan Sanksi Terberat Dalam Sejarah Bagi Iran
Secara mingguan, harga emas spot telah menguat sekitar 3,2%. Sementara itu, harga emas berjangka AS juga relatif stabil di US$ 4.571,20 per ons troi.
Pelemahan dolar AS menjadi salah satu katalis positif bagi emas. Dolar AS berada di jalur untuk mencatat penurunan mingguan, sehingga komoditas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Selain itu, perhatian pasar tertuju pada kebijakan Departemen Keuangan AS terkait pembelian kembali atau buyback surat utang pemerintah.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Kamis (20/8) mengatakan pemerintah masih dapat meningkatkan pembelian kembali obligasi Treasury.
Sehari sebelumnya, Departemen Keuangan AS mengumumkan akan menggandakan nilai buyback surat utang berjangka panjang pada kuartal berikutnya menjadi setidaknya US$ 4 miliar untuk setiap operasi.
Baca Juga: Korea Utara Kritik Respons Presiden Korsel Soal Pengurangan Latihan Militer AS
Dua pejabat Federal Reserve (The Fed) juga menyampaikan sikap hati-hati ketika ditanya mengenai dampak perubahan strategi pengelolaan utang pemerintah AS terhadap pilihan kebijakan moneter bank sentral.
Sementara itu, data ekonomi AS menunjukkan jumlah warga yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran turun pada pekan lalu.
Hal ini mengindikasikan pasar tenaga kerja AS masih relatif stabil, meskipun terjadi penurunan lapangan kerja yang tidak terduga pada Juli.
Kondisi tersebut memberikan ruang bagi The Fed untuk tetap berfokus pada pengendalian inflasi.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan September mencapai 64%. Sementara peluang kenaikan suku bunga diperkirakan sebesar 36%.
Suku bunga menjadi faktor penting bagi pergerakan emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung kurang menarik ketika suku bunga meningkat.
Sebaliknya, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dapat meningkatkan daya tarik emas.
Di sisi geopolitik, Bessent mengatakan Amerika Serikat akan menjatuhkan "sanksi terberat dalam sejarah" terhadap Iran.
Menurutnya, langkah tersebut dapat mengurangi kebutuhan untuk melakukan operasi militer besar baru.
Baca Juga: Klaim Pengangguran AS Turun, Pasar Kerja Masih Stabil
Harga Logam Mulia Lainnya
Pergerakan positif juga terlihat pada logam mulia lainnya. Harga perak spot stabil di US$ 68,03 per ons troi.
Sementara itu, harga platinum naik 1,1% menjadi US$ 1.846,29 per ons troi. Harga palladium juga relatif stabil di US$ 1.333,11 per ons troi.
Ketiga logam mulia tersebut juga berada di jalur untuk mencatat kenaikan secara mingguan.













