Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Dana Moneter Internasional (IMF) meminta Jepang untuk menaikkan suku bunga secara bertahap dan menjaga stimulus fiskal tetap terarah mengingat permintaan domestik yang kuat dan kenaikan upah yang stabil.
Pernyataan tersebut disampaikan menjelang pertemuan kebijakan Bank Sentral Jepang (Bank of Japan) akhir bulan ini di mana dewan akan meneliti keseimbangan antara hambatan ekonomi dan tekanan inflasi akibat perang di Timur Tengah, dalam memutuskan apakah akan menaikkan suku bunga.
"Pertumbuhan ekonomi di Jepang cukup baik," dengan permintaan domestik yang kuat, pertumbuhan upah yang positif, dan pembicaraan upah tahunan yang menghasilkan kenaikan gaji yang signifikan, kata Krishna Srinivasan, direktur Departemen Asia Pasifik IMF, dalam konferensi pers seperti dilansir Reuters, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Pembicaraan Iran-AS Beralih ke Kesepakatan Sementara di Tengah Perpecahan Nuklir
"Saran kami kepada BOJ adalah... untuk bergantung pada data dan secara bertahap mulai menaikkan suku bunga ke depannya," katanya.
Ia menambahkan bahwa inflasi diperkirakan akan mendekati target 2% BOJ pada tahun 2027.
Mengenai kebijakan fiskal, Srinivasan mendesak Jepang untuk memberikan dukungan yang tepat sasaran dan menggunakan cadangan fiskal "dengan bijak."
Baca Juga: Uni Eropa: Google Harus Mengizinkan Mesin Pencari Pihak Ketiga Mengakses Datanya
Jepang telah menerapkan subsidi untuk menekan tagihan bensin dan utilitas, sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi dampak kenaikan biaya hidup terhadap rumah tangga - sebuah langkah yang menambah tumpukan utang negara yang sudah sangat besar.
Sebagai pendukung kebijakan fiskal dan moneter ekspansif, Perdana Menteri Sanae Takaichi telah mengusulkan peningkatan pengeluaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan sebelumnya menyuarakan keberatan atas rencana kenaikan suku bunga BOJ.













