kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45787,20   0,76   0.10%
  • EMAS1.012.000 0,40%
  • RD.SAHAM -0.26%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Investor korporasi di IPO manajemen BTS oversubscibed, giliran investor ritel kapan?


Senin, 28 September 2020 / 11:44 WIB
Investor korporasi di IPO manajemen BTS oversubscibed, giliran investor ritel kapan?
ILUSTRASI. BTS dari Big Hit Entertainment memecahkan tiga rekor baru Guinness Worlds Records, geser BLACKPINK.

Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID -  SEOUL. Big Hit Entertainment, perusahaan manajemen di balik grup paling terkenal di dunia, Bangtan Boys (BTS), akan mengumpulkan sekitar KRW 962,6 miliar (US$ 820 juta) dari penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO). Ini setelah mereka menentukan harga saham di batas atas kisaran harga IPO. 

Big Hit menentukan harga saham perdana seharga KRW 135.000 per saham setelah menetapkan kisaran awal KRW 105.000 hingga KRW 135.000.  Investor institusi oversubscribed lebih dari 1.000 kali lipat dari saham yang dialokasikan kepada mereka. Sementara bagi investor ritel yang berminat membeli saham Big Hit, akan dapat membeli sahamnya pada awal bulan Oktober 2020.

Baca Juga: Bakal raup Rp 12 triliun, Big Hit Entertainment bandrol harga IPO di Rp 1,73 juta

Debut perdagangan saham perdana Big Hit di Bursa Korea diharapkan berlangsung pada 15 Oktober mendatang. IPO ini akan menjadi yang terbesar di Korea Selatan dalam tiga tahun dan menjadikan pendiri Big Hit, Bang Si-hyuk sebagai miliarder. Sementara masing-masing dari tujuh anggota band BTS ini akan menjadi multijutawan. 

Bang, 48 tahun, memiliki lebih dari 40% agensi musik yang berbasis di Seoul ini. Sementara perusahaan game Netmarble Corp. memegang 25% saham setelah menginvestasikan US$ 172 juta dua tahun lalu di Big Hit.

Baca Juga: Big Hit umumkan konser BTS di bulan Oktober bakal dilakukan secara virtual

Bahkan saat konser dihentikan karena pandemi corona, BTS tetap bisa meraup pendapatan US$ 170 juta pada tahun lalu. Pollstar mencatat, BTS berada di peringkat kelima di antara pendapatan konser top dunia. Pendapatan konser BTS hanya berada tepat di belakang Elton John. 

Anggota band yang semuanya berusia di kisaran 20-an ini memang memiliki ikatan kuat dengan para penggemarnya yang disebut BTS Army. Para pasukan penggemar BTS ini terbukti menjadi komoditas yang potensial bagi investor bahkan di saat pandemi Covid-19. 

Baca Juga: 10 tahun K-Pop di Twitter, ini grup terpopuler & negara dengan tweet K-Pop terbanyak

Kantor Berita Yonhap melaporkan, konser online yang diadakan oleh BTS pada bulan Juni lalu adalah acara musik online berbayar terbesar di dunia dengan mampu menarik lebih dari 750.000 penonton.

"Waktunya masuk akal bagi Big Hit untuk go public. Penjualan album mereka telah meningkat meski tidak adanya konser offline. BTS berada di pusat popularitas yang sedang berlangsung," kata Sung Jun-won, seorang analis di Shinhan Investment Corp seperti dikutip Bloomberg, Senin (28/9).

Baca Juga: Dynamite BTS puncaki Billboard, bisa beri efek ekonomi Rp 21 triliun

 



TERBARU

[X]
×