kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.944.000   28.000   0,96%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Iran Sebut AS Tak Menuntut Nol Pengayaan Uranium dalam Perundingan Nuklir


Jumat, 20 Februari 2026 / 21:11 WIB
Iran Sebut AS Tak Menuntut Nol Pengayaan Uranium dalam Perundingan Nuklir
Orang-orang berjalan melewati papan reklame anti-AS di Teheran, Iran, 19 Februari 2026 (REUTERS/Arsip)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat (AS) disebut tidak menuntut Iran menghentikan total pengayaan uranium dalam perundingan nuklir yang berlangsung di Jenewa pekan ini. 

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, yang menegaskan bahwa Teheran juga tidak menawarkan penangguhan kegiatan pengayaan uranium dalam pembicaraan tersebut.

“Kami tidak menawarkan penangguhan apa pun, dan pihak AS juga tidak meminta pengayaan nol,” ujar Araqchi dalam wawancara dengan MS NOW, Jumat (20/2).

Baca Juga: Jelang Perundingan Nuklir, Menlu Iran Akan Bertemu Badan Energi Atom Internasional

Menurut Araqchi, fokus utama perundingan saat ini adalah memastikan bahwa program nuklir Iran, termasuk pengayaan uranium, benar-benar bersifat damai dan akan tetap demikian untuk selamanya. 

Ia menekankan bahwa pembahasan tidak lagi berkutat pada penghentian aktivitas, melainkan pada jaminan dan mekanisme pengawasan.

Iran, lanjutnya, siap menerapkan langkah-langkah pembangunan kepercayaan, baik secara teknis maupun politik, untuk menjamin sifat damai program nuklir tersebut. 

Baca Juga: Trump Akan Terlibat Secara Tidak Langsung Dalam Pembicaraan dengan Iran

Sebagai imbalannya, Teheran mengharapkan adanya langkah konkret terkait pelonggaran sanksi. Namun, Araqchi belum membeberkan detail bentuk kesepakatan yang dimaksud.

Araqchi juga menyatakan optimismenya bahwa kesepakatan diplomatik dengan Washington bisa segera tercapai. 

Ia memperkirakan draf usulan balasan Iran akan disampaikan kepada utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dalam dua hingga tiga hari ke depan, sebelum perundingan lanjutan digelar sekitar sepekan setelahnya.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tensi politik. Sehari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memberi tenggat waktu 10 hingga 15 hari kepada Iran untuk mencapai kesepakatan. 

Jika gagal, Teheran diancam akan menghadapi konsekuensi yang sangat buruk, seiring dengan penguatan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik.

Selanjutnya: AAUI Tengah Berkolaborasi dengan Asosiasi Lain untuk Membahas Skema Pembentukan MAB

Menarik Dibaca: Akses Asuransi Lewat Aplikasi One by IFG, Mudah dan Praktis




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×