kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.852   -57,00   -0,34%
  • IDX 8.881   -111,42   -1,24%
  • KOMPAS100 1.228   -11,21   -0,90%
  • LQ45 869   -6,21   -0,71%
  • ISSI 326   -3,82   -1,16%
  • IDX30 445   -3,51   -0,78%
  • IDXHIDIV20 525   -2,80   -0,53%
  • IDX80 136   -1,27   -0,92%
  • IDXV30 145   -1,01   -0,69%
  • IDXQ30 143   -0,52   -0,36%

Trump Sebut Armada AS Bergerak ke Iran: Risiko Perang di Timur Tengah Meningkat?


Jumat, 23 Januari 2026 / 08:55 WIB
Trump Sebut Armada AS Bergerak ke Iran: Risiko Perang di Timur Tengah Meningkat?
ILUSTRASI. Sejumlah pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan kapal induk USS Abraham Lincoln menuju Timur Tengah (Mike Blake/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan sebuah “armada” militer ke arah Iran.

Namun, ia berharap pengerahan tersebut tidak perlu digunakan. Pernyataan itu disampaikan Trump sembari kembali memperingatkan Teheran agar tidak membunuh para demonstran atau melanjutkan kembali program nuklirnya.

Sejumlah pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan kapal induk USS Abraham Lincoln bersama beberapa kapal perusak berpeluru kendali akan tiba di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Dolar AS Menuju Pelemahan Mingguan Terburuk (23/1), Yen Tertekan Jelang Keputusan BoJ

Salah satu pejabat menyebutkan, AS juga mempertimbangkan penempatan tambahan sistem pertahanan udara di Timur Tengah.

Langkah ini dinilai penting untuk melindungi pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut dari potensi serangan Iran.

Pengerahan kekuatan militer ini memperluas opsi yang dimiliki Trump, baik untuk memperkuat pertahanan pasukan AS di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, maupun untuk mengambil langkah militer tambahan setelah serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu.

“Kami memiliki banyak kapal yang bergerak ke arah sana, untuk berjaga-jaga. Saya lebih memilih tidak melihat apa pun terjadi, tetapi kami mengawasi mereka dengan sangat ketat,” kata Trump kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One, dalam perjalanan pulang ke Amerika Serikat usai menghadiri pertemuan para pemimpin dunia di Davos, Swiss.

Dalam kesempatan lain, Trump menegaskan, “Kami memiliki sebuah armada yang bergerak ke arah itu, dan mungkin kami tidak perlu menggunakannya.”

Baca Juga: Ringgit Malaysia Perkasa atas Dolar AS, Ini yang Jadi Pendongkraknya

Kapal-kapal perang tersebut mulai bergerak dari kawasan Asia-Pasifik sejak pekan lalu, seiring melonjaknya ketegangan antara Iran dan AS setelah tindakan keras pemerintah Iran terhadap gelombang protes dalam beberapa bulan terakhir.

Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan melakukan intervensi terhadap Iran terkait pembunuhan para demonstran. Namun, aksi protes dilaporkan mereda pekan lalu.

Trump juga sempat melunakkan retorikanya dengan mengklaim telah menghentikan eksekusi terhadap para tahanan di Iran.

Klaim itu kembali diulang Trump pada Kamis, dengan menyebut Iran membatalkan hampir 840 hukuman gantung setelah ancaman yang ia lontarkan.

“Saya mengatakan, ‘Jika Anda menggantung orang-orang itu, Anda akan dipukul lebih keras dari sebelumnya. Itu akan membuat apa yang kami lakukan terhadap program nuklir Iran terlihat seperti hal sepele,’” ujar Trump.

“Sekitar satu jam sebelum hal mengerikan itu terjadi, mereka membatalkannya,” tambahnya, seraya menyebut hal tersebut sebagai “tanda yang baik”.

Baca Juga: Volvo ES90 Luncurkan 'Selamat', Strategi Unik di Tengah Banjir EV Baru

Militer AS memang kerap meningkatkan kehadiran pasukan di Timur Tengah pada saat ketegangan meningkat, yang umumnya bersifat defensif.




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×