Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – MUMBAI. Penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Jio Platforms senilai US$ 3,2 miliar atau sekitar US$ 3,2 miliar berhasil menarik minat investor dengan cepat.
Saham perusahaan milik konglomerat India Mukesh Ambani tersebut telah dipesan penuh dalam waktu kurang dari dua jam sejak masa penawaran publik dibuka pada Rabu (21/10/2026).
Mengutip Reuters, IPO Jio Platforms menjadi salah satu aksi penawaran saham terbesar di India sekaligus IPO pertama dari grup Reliance milik Ambani dalam dua dekade terakhir.
Penawaran ini juga menjadi ujian penting untuk mengukur minat investor global terhadap saham baru di tengah meningkatnya kehati-hatian pasar terhadap perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Meski demikian, bisnis telekomunikasi masih menjadi penopang utama pendapatan Jio Platforms. Lebih dari 90% pendapatan perusahaan berasal dari segmen tersebut.
Baca Juga: Malaysia Melarang Pegawai Negeri Gunakan Aplikasi Waze Karena Terkait Dengan Israel
Respons investor terhadap IPO Jio Platforms terbilang cepat, berbeda dengan kecenderungan sejumlah IPO besar di India yang biasanya mencatat permintaan lebih lambat pada hari pertama. Investor institusi bahkan kerap menunggu hingga jam-jam terakhir sebelum mengajukan pemesanan saham.
Sebagai perbandingan, IPO National Stock Exchange of India baru mencatat pemesanan sebesar 42% dari saham yang ditawarkan pada hari pertama. Sementara itu, IPO Hyundai Motor India hanya mencatat tingkat pemesanan sebesar 18% pada periode awal penawarannya.
IPO Jio Platforms Dilirik Investor Institusi Global
Jio Platforms mendapat dukungan dari sejumlah investor besar, termasuk Meta, Google yang merupakan bagian dari Alphabet, serta investor institusi lainnya. Perusahaan ini menaungi operator telekomunikasi terbesar di India dengan lebih dari 500 juta pelanggan.
Jumlah pelanggan tersebut menjadikan Jio sebagai operator telekomunikasi terbesar kedua di dunia dalam satu negara, setelah China Mobile.
Data bursa pada Rabu menunjukkan investor institusi telah mengajukan pemesanan sebanyak 3,25 kali dari porsi saham yang dialokasikan untuk kelompok tersebut. Sebaliknya, investor ritel baru memesan sekitar 0,22 kali dari kuota yang tersedia.
Sekitar sepertiga saham yang ditawarkan dalam IPO Jio Platforms dialokasikan untuk investor ritel, termasuk investor perorangan yang ingin berpartisipasi dalam penawaran saham perdana ini.
IPO tersebut menilai Jio Platforms hingga US$ 108,3 miliar. Dengan valuasi itu, perusahaan berpotensi menjadi salah satu perusahaan terbesar di India berdasarkan kapitalisasi pasar ketika sahamnya mulai diperdagangkan pada 28 Oktober 2026.
Sebelum penawaran publik dibuka, Jio Platforms juga telah mengalokasikan saham senilai US$ 853 juta kepada investor jangkar domestik dan global. Investor yang berpartisipasi di antaranya Abu Dhabi Investment Authority dan BlackRock.
Baca Juga: Harga Emas Turun, Dipicu Kenaikan Harga Minyak yang Menyulut Kekhawatiran Inflasi
Porsi saham untuk investor jangkar tersebut sebelumnya menarik permintaan pemesanan dengan nilai lebih dari US$ 25 miliar, menurut laporan Reuters.
IPO Reliance Pertama Sejak 2006
Penawaran saham Jio Platforms dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (23/10/2026), dengan kisaran harga 1.065 rupee hingga 1.119 rupee per saham. Investor ritel, karyawan, dan pemegang saham Reliance juga memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam IPO tersebut.
Aksi korporasi ini menjadi IPO pertama dari Reliance sejak 2006. Ambani sebelumnya menjanjikan pencatatan saham Jio dalam waktu lima tahun pada 2019, tetapi rencana tersebut mengalami penundaan.
Pada 2025, rencana IPO juga sempat kembali tertunda. Pengajuan pencatatan saham yang sebelumnya diperkirakan berlangsung paling cepat pada Maret akhirnya mundur setelah perang Iran menekan minat investor terhadap penawaran saham perdana.
Bisnis telekomunikasi Jio Platforms yang dipimpin Akash Ambani, putra Mukesh Ambani, mulai beroperasi pada 2016. Perusahaan tersebut mengandalkan strategi tarif internet murah untuk mendorong masyarakat India meningkatkan penggunaan layanan digital.
Jio kemudian berkembang pesat dan merebut pangsa pasar dari pesaing seperti Bharti Airtel dan Vodafone Idea dengan menawarkan paket data berharga murah serta layanan panggilan suara gratis.
Momentum IPO di Tengah Musim Festival India
Jio Platforms menawarkan sahamnya ketika India tengah memasuki musim perayaan keagamaan Hindu. Periode tersebut dinilai membawa keberuntungan untuk melakukan pembelian, meskipun pasar saham India masih bergerak relatif lesu dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Yuan China Sentuh Level Tertinggi Sejak 2022, Ekspor Jadi Penopang
Reliance juga melakukan sejumlah langkah menjelang penawaran saham perdana tersebut. Menurut seseorang dari kalangan industri yang mengetahui langsung situasi tersebut, perusahaan membayarkan gaji lebih dari 400.000 karyawannya sekitar 15 hari lebih awal pada bulan ini.
Selain itu, Reliance membantu memfasilitasi pembukaan rekening saham dalam beberapa pekan terakhir bagi masyarakat yang berminat mengajukan pemesanan IPO Jio Platforms.
Reliance tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters mengenai hal tersebut.
Dari sisi kinerja keuangan, Jio Platforms membukukan laba sekitar US$ 3,2 miliar dari pendapatan US$ 15,5 miliar pada tahun buku yang berakhir Maret 2026. Sekitar 90% dari pendapatan dan laba tersebut berasal dari bisnis telekomunikasi.














