kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Iran-AS Masih Jauh dari Kesepakatan, Selat Hormuz Jadi Kunci Negosiasi


Selasa, 03 November 2026 / 20:34 WIB
Iran-AS Masih Jauh dari Kesepakatan, Selat Hormuz Jadi Kunci Negosiasi
ILUSTRASI. Iran (via REUTERS/Majid-Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS) belum menunjukkan titik temu.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan, kedua negara masih jauh dari kesepakatan, meski Qatar terus meningkatkan upaya mediasi untuk mencegah konflik kembali meluas.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa (3/11/2026), di tengah kekhawatiran konflik yang dimulai oleh AS dan Israel pada Februari lalu kembali memanas setelah pemilihan paruh waktu AS (midterm elections).

Baca Juga: Baidu Tantang Tesla di Bisnis Kendaraan Otonom Lewat Teknologi AI Baru

Di tengah proses diplomasi, militer AS melancarkan serangan yang disebut sebagai tindakan defensif terhadap Pulau Qeshm, Iran, pada Senin malam.

Seorang pejabat AS mengatakan serangan itu menyasar sistem rudal permukaan-ke-udara yang digunakan untuk mengancam aset AS.

Pejabat lainnya menyebut serangan tersebut terbatas dan tidak menandakan dimulainya kembali operasi tempur berskala besar.

Qatar meningkatkan upaya mediasi setelah sejumlah perwakilannya bertolak ke Teheran pada Senin malam untuk membahas rancangan kesepakatan Iran-AS yang telah dibicarakan selama delapan hari terakhir.

"Para mediator bekerja keras untuk mempersempit kesenjangan antara Teheran dan Washington," kata pejabat senior Iran tersebut kepada Reuters.

Namun, Iran menegaskan pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada pemenuhan persyaratan Teheran oleh Washington. Selat tersebut merupakan jalur pelayaran strategis bagi pasokan energi global.

Baca Juga: Supermarket Eropa Diserang Hacker, Sistem Pendingin Rusak dan Makanan Membusuk

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari mengatakan, Iran dan AS masih meninjau sejumlah usulan yang diajukan para mediator.

Meski tim Qatar yang berkunjung ke Teheran telah kembali ke Doha, pembicaraan tetap berlanjut.

Menurut dia, upaya bersama negara-negara kawasan sedang dilakukan secara intensif untuk mencegah eskalasi. Qatar juga masih berharap kesepakatan dapat tercapai sebagai jalan menuju negosiasi lanjutan.

Seorang pejabat yang mengetahui proses pembicaraan mengatakan, mediator telah mengajukan usulan baru untuk menggerakkan proses negosiasi. Washington dan Teheran diperkirakan memberikan tanggapan dalam 36 jam berikutnya.

Iran Tolak Tuntutan AS

Pejabat senior Iran tersebut menegaskan, Teheran tidak akan menerima tuntutan Washington yang dinilai berlebihan.

Iran juga menyatakan pembicaraan nuklir hanya dapat dimulai setelah persyaratan yang diajukannya dipenuhi.

Ia memperingatkan bahwa Iran akan memberikan respons keras terhadap serangan AS, baik di kawasan maupun di luar kawasan.

Baca Juga: Binance Klaim Arus Penarikan Dana Normal Usai Peretasan Kripto US$ 6,3 Miliar

Ketegangan militer juga masih berlangsung di sekitar Selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menembak jatuh satu drone MQ-9 milik AS dan dua drone Lucas di wilayah udara dekat selat tersebut.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan, keputusan selanjutnya berada di tangan Washington setelah Teheran menyampaikan respons yang disebutnya kuat dan rasional.

Ia juga memperingatkan bahwa respons Iran terhadap kesalahan perhitungan AS tidak dapat diprediksi dan tidak akan dibatasi oleh wilayah geografis.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Senin meragukan kemungkinan dirinya kembali melancarkan serangan militer setelah pemilihan paruh waktu.

Trump mengatakan Iran menginginkan kesepakatan secepat mungkin dan kesepakatan tersebut masih mungkin tercapai.

Saat ditanya apakah AS mempertimbangkan menyerang Iran setelah pemilu, Trump menjawab tidak.

Meski demikian, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi mengatakan militernya sedang memperbarui daftar target yang mencakup aset AS dan Israel. Iran, kata dia, akan segera merespons setiap ancaman.

Surat kabar garis keras Iran, Kayhan, bahkan menyebut fasilitas AS di Inggris, Italia, Yunani, Rumania, Albania, dan Siprus berpotensi menjadi sasaran jika perang kembali berkobar.

Baca Juga: Orang Terkaya Di Dunia Sebut Menabung Sudah Tak Cocok Di Era AI

Iran Juga Jalin Pembicaraan dengan Arab Saudi

Di luar komunikasi tidak langsung dengan Washington, Teheran juga melanjutkan diplomasi dengan negara-negara di kawasan untuk mencegah konflik meluas.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan, pembicaraan dengan Arab Saudi masih berlangsung untuk membangun pengaturan keamanan regional baru yang tidak melibatkan kekuatan militer asing.

Pekan lalu, pejabat senior Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bertemu dengan sejumlah pejabat Iran di Teheran. Pertemuan tersebut menjadi kontak tingkat tinggi pertama sejak Agustus.

Namun, konflik telah meluas ke sejumlah wilayah lain. Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi seiring pergerakan kelompok tersebut menuju Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran strategis dunia.

Baca Juga: Harga Emas Tergelincir, Serangan di Timur Tengah Tambah Kekhawatiran Inflasi

Houthi juga dilaporkan menyerang fasilitas minyak dan bandara di Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional Riyadh.

Serangan tersebut mengganggu penerbangan dan ekspor minyak serta memicu serangan udara Saudi ke Yaman.

Perkembangan ini menambah risiko terhadap jalur distribusi energi dan pelayaran internasional, terutama karena Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb merupakan dua titik strategis yang menghubungkan jalur perdagangan global.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×