kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Iran: Jika ingin membuat senjata nuklir, kami bisa melakukannya beberapa waktu lalu


Selasa, 02 Februari 2021 / 21:42 WIB
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri Iran Muhammad Javad Zarif.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

"Pada dasarnya, ada mekanisme untuk menyelaraskannya atau mengkoordinasikan apa yang bisa dilakukan," kata Zarif ketika ditanya bagaimana menjembatani kesenjangan antara Washington dan Teheran. 

Setiap negara ingin yang lain melanjutkan kepatuhan terlebih dahulu.

Zarif mencatat, kesepakatan nuklir 2015 menciptakan Komisi Bersama yang dikoordinasikan oleh kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, sekarang dijabat oleh Josep Borrell. 

Borrell "dapat membuat koreografi tindakan yang perlu diambil oleh Amerika Serikat dan tindakan yang perlu diambil oleh Iran," ujarnya.

Komisi Bersama termasuk Iran dan enam negara dalam kesepakatan nuklir 2015: Inggris, China, Prancis, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat. Tapi, AS keluar dari perjanjian saat Trump memerintah.

Selanjutnya: Lawan Iran, Israel siapkan rencana baru untuk operasional militer




TERBARU

[X]
×