kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Iran: Membunuh Soleimani sama saja membuka perang


Sabtu, 04 Januari 2020 / 09:01 WIB
Iran: Membunuh Soleimani sama saja membuka perang
ILUSTRASI. Demonstran menentang pembunuhan Mayor Jenderal Qassem Soleimani, Kepala Pasukan Quds, Iran, dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis yang tewas dalam serangan udara di Bandara Baghdad, di Teheran, Iran 3 Januari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - PBB. Iran menyatakan, pembunuhan Mayor Jenderal Qassem Soleimani, Kepala Pasukan Quds, adalah alasan kuat untuk memulai perang. Dan, respons atas aksi militer itu adalah aksi militer.

Duta Besar Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Majid Takht Ravanchi mengatakan, dengan "membunuh" Soleimani, AS memasuki tahap baru setelah memulai "perang ekonomi" dengan memberlakukan sanksi keras terhadap Iran pada 2018.

"Jadi, itu babak baru yang sama saja dengan membuka perang melawan Iran," kata Ravanchi dalam sebuah wawancara dengan CNN, Jumat (3/1), seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Pembunuhan Soleimani, Trump: Kami menghentikan perang, bukan memulai perang

Ravanchi menegaskan, bakal ada aksi balas yang keras dari Iran atas AS. "Tanggapan atas tindakan militer adalah tindakan militer," tegasnya.

Sebelumnya, Ravanchi mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Iran berhak untuk membela diri di bawah hukum internasional.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×