kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Iran: Membunuh Soleimani sama saja membuka perang


Sabtu, 04 Januari 2020 / 09:01 WIB
ILUSTRASI. Demonstran menentang pembunuhan Mayor Jenderal Qassem Soleimani, Kepala Pasukan Quds, Iran, dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis yang tewas dalam serangan udara di Bandara Baghdad, di Teheran, Iran 3 Januari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Dalam suratnya, Ravanchi menyebutkan, pembunuhan Soleimani "adalah contoh nyata terorisme negara, tindakan kriminal, dan merupakan pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional, khususnya Piagam PBB".

Baca Juga: Ketegangan meningkat, AS kirim 3.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah

Soleimani, jenderal bintang dua berusia 62 tahun yang mengepalai pasukan elit Garda Revolusi Iran di luar negeri, dianggap sebagai tokoh paling kuat kedua di negeri Mullah, setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

AS membunuh Soleimani dalam serangan di Irak yang mendapat lampu hijau dari Presiden Donald Trump. Seorang pejabat senior Pemerintahan Trump bilang, Soleimani telah merencanakan serangan segera terhadap personel militer AS di Timur Tengah. 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×