Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Iran menyatakan kemungkinan tidak akan berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026 setelah terjadinya serangan udara besar yang dilancarkan oleh Amerika Serikat bersama Israel. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, pada Rabu melalui televisi pemerintah.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan memicu konflik berskala luas di kawasan Timur Tengah.
Menurut Donyamali, situasi keamanan dan politik saat ini membuat Iran tidak mungkin berpartisipasi dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
“Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam kondisi apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” ujar Donyamali.
Ia menambahkan bahwa keselamatan warga Iran menjadi prioritas utama pemerintah.
“Anak-anak kami tidak aman dan secara fundamental kondisi untuk berpartisipasi tidak ada,” kata Donyamali.
“Tindakan bermusuhan terhadap Iran telah memaksa kami menghadapi dua perang dalam delapan atau sembilan bulan terakhir dan menewaskan ribuan warga kami.” tambahnya.
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak, Brent ke US$ 100 Pasca Iran Tingkatkan Serangan Kapal di Teluk
Konflik Memanas, Ribuan Korban Sipil
Menurut duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, lebih dari 1.300 warga sipil Iran tewas sejak serangan udara Amerika Serikat dan Israel dimulai pada 28 Februari.
Ketegangan geopolitik ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga menimbulkan ketidakpastian terhadap keikutsertaan Iran di Piala Dunia mendatang.
Iran Seharusnya Bermain di Los Angeles dan Seattle
Dalam hasil undian turnamen, Iran tergabung di Grup G bersama:
- Belgia
- Mesir
- Selandia Baru
Seluruh pertandingan grup Iran dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat, yaitu dua pertandingan di Los Angeles dan satu pertandingan di Seattle.
Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli di tiga negara tuan rumah:
- Amerika Serikat
- Meksiko
- Kanada
Iran sebelumnya tampil dominan pada babak kualifikasi Asia dan memastikan tiket ke turnamen tersebut pada Maret tahun lalu.
Namun, Iran menjadi satu-satunya negara peserta yang tidak hadir dalam pertemuan perencanaan tim peserta yang diadakan pekan lalu di Atlanta.
Hingga kini, belum ada komentar resmi dari Federasi Sepak Bola Iran maupun badan sepak bola dunia, FIFA.
Baca Juga: AS Siapkan Tarif Baru? Indonesia dan 15 Negara Diselidiki
Risiko Sanksi dari FIFA
Regulasi FIFA menyebutkan bahwa tim yang menarik diri dari turnamen paling lambat 30 hari sebelum pertandingan pertama dapat dikenai denda minimal 250.000 franc Swiss (sekitar 320.800 dolar AS).
Selain denda, FIFA juga dapat menjatuhkan sanksi tambahan seperti:
Diskualifikasi dari kompetisi FIFA berikutnya
Penggantian tim oleh asosiasi sepak bola lain
Keputusan akhir mengenai penggantian peserta berada di tangan Dewan FIFA atau komite terkait.
Dampak Ekonomi dan Logistik
Iran sebelumnya telah memilih kompleks olahraga Kino Sports Complex di Tucson, Arizona sebagai base camp tim selama turnamen.
Jika Iran benar-benar mundur, persiapan selama sekitar 18 bulan yang telah dilakukan bisa menjadi sia-sia dan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi daerah tersebut.
Selain itu, muncul pula pertanyaan mengenai nasib tiket pertandingan yang melibatkan Iran. Banyak penggemar Iran telah membeli tiket dengan harga sangat tinggi, dan kemungkinan akan menjualnya kembali di pasar resale apabila tim nasional mereka memboikot turnamen.
Infantino: Trump Sambut Kehadiran Tim Iran
Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya mengungkapkan bahwa ia telah bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Baca Juga: Anggaran Militer AS: Hampir Rp 200 Triliun Ludes dalam 6 Hari Perang Iran!
Dalam pertemuan tersebut, Trump disebut menyatakan bahwa tim Iran tetap disambut untuk bertanding di turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat.
“Dalam diskusi kami, Presiden Trump menegaskan bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat,” ujar Infantino.
Sebelumnya, Trump sempat mengatakan bahwa ia “tidak terlalu peduli” apakah Iran ikut serta atau tidak dalam turnamen tersebut.
Dampak Konflik terhadap Sepak Bola Iran
Situasi perang juga memengaruhi agenda pertandingan pemanasan tim nasional Iran menjelang Piala Dunia, yang dilaporkan tidak dapat dilaksanakan.
Di sisi lain, isu politik juga menyentuh tim sepak bola wanita Iran. Pekan ini, Australia memberikan visa kemanusiaan kepada lima pemain sepak bola wanita Iran yang meminta suaka karena takut mengalami persekusi setelah menolak menyanyikan lagu kebangsaan dalam pertandingan Piala Asia Wanita.
Polisi Australia juga membantu dua anggota delegasi sepak bola wanita Iran lainnya untuk mengajukan suaka, meskipun salah satunya kemudian memutuskan untuk kembali ke Iran.













