Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Iran mempertimbangkan untuk membuka kembali Selat Hormuz secara terbatas dan terkendali pada Kamis atau Jumat, menjelang pertemuan dengan pejabat Amerika Serikat di Pakistan.
Seorang pejabat senior Iran yang terlibat dalam pembicaraan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa langkah ini bergantung pada tercapainya kesepahaman awal terkait kerangka negosiasi antara kedua negara.
“Jika tercapai kesepahaman mengenai kerangka pembicaraan, selat tersebut dapat dibuka secara terbatas dan tetap berada di bawah kendali Iran,” ujar pejabat tersebut.
Baca Juga: Tumpukan Tanker di Teluk, Pelaku Pelayaran Tunggu Kepastian Dibukanya Selat Hormuz
Menurutnya, setiap kapal yang melintas nantinya wajib berkoordinasi dengan militer Iran, sebagai bagian dari mekanisme pengawasan yang akan diterapkan selama pembukaan terbatas berlangsung.
Gencatan Senjata Masih Rentan
Meski ada potensi pelonggaran akses di jalur pelayaran vital tersebut, situasi gencatan senjata disebut masih rapuh. Iran menegaskan bahwa pihaknya lebih menginginkan perdamaian jangka panjang, namun tetap siap kembali ke konflik jika diperlukan.
“Gencatan senjata masih rapuh, namun kami menginginkan perdamaian yang berkelanjutan. Iran tidak takut untuk kembali berperang jika Amerika Serikat memilih jalur yang sama,” lanjut pejabat tersebut.













