kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.175
  • SUN95,28 0,00%
  • EMAS663.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Iran tingkatkan kemampuan kapal cepatnya dengan teknologi siluman

Rabu, 02 Januari 2019 / 00:06 WIB

Iran tingkatkan kemampuan kapal cepatnya dengan teknologi siluman
ILUSTRASI. KAPAL PERANG IRAN

KONTAN.CO.ID - LONDON. Pengawal Revolusi Iran berencana meningkatkan kemampuan kapal cepat mereka di Teluk dengan menggunakan teknologi siluman agar dapat menghindari radar dan peluncur rudal. Pernyataan ini dilakukan saat hubungan Teheran dan Washington kembali memanas terkait perlintasan kapal pengangkut minyak di Teluk Persia pasca Amerika Serikat (AS) kembali menerapkan sanksi pada Iran yang memukul penjualan minyak Negeri Para Mullah tersebut.

Melalui pernyataan tersebut, Iran juga menegaskan ingin mengakhiri keberadaan Kapal Induk AS di Teluk. Pada pekan lalu, kapal perang AS USS John C Stennis memasuki perairan Teluk dan dibanyangi oleh kapal-kapal cepat Pengawal Revolusi. Secara berkala, kapal-kapal Pengawal Revolusi kerap berkonfrontasi dengan kapal militer AS di Teluk, meski dalam beberapa bulan terakhir tercatat menurun.

"Kami berusaha meningkatkan kelincahan kapal cepat pengawal dan melengkapinya dengan teknologi siluman untuk menunjang operasional kapal-kapal tersebut," ujar Kepala Angkatan Laut Pengawal Revolusi Alireza Tangsiri, seperti dikutip Reuters dari kantor berita IRNA, Senin (1/1). Tangsiri menjelaskan, pihaknya akan melengkapi kapal-kapal cepat tersebut dengan rudal baru dan kecepatannya akan mencapai 80 knot.  

Sejauh ini, Iran mengklaim mampu mengembangkan teknologi silumannya sendiri untuk jet tempur dan kapal perang. Namun protopie yang telah diluncurkan dalam beberapa tahun terakhir sebagian  masih mendapat cemoohan dari para ahli pertahanan.

Pengawasl Revolusi pada minggu lalu juga meluncurkan simulasi perang di Teluk, tempat sepertiga transit minyak dunia. Iran mengingatkan, pasukannya siap menanggapi tindakan AS yang dinilai bermusuhan. Bahkan, acaman secara tidak langsung juga ditujukanke pada sekutu-sekutu AS di kawasan salah satunya Arab Saudi.

"Musuh regional Iran harus tahu bahwa di samping doktrin pasifis, Iran memiliki kekuatan militer yang kuat yang siap melindungi integritas wilayah Iran dan meminta pertanggungjawaban negara-negara yang menyokong kehadiran AS di Teluk," ujar Mayor Jenderal Mohammad Bagheri.

Perang kata-kata AS-Iran meningkat sejak Presiden AS Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir kekuatan dunia dengan Iran pada Mei lalu dan emnerapkan kembalki sanksi pada sektor perbanakn dan energi Iran. Terkait hal itu, Iran berang dan mengingatkan bila tidak dapat menjual minyaknya kareana tekanan AS, maka tidak akan ada negara regional lain yang diizinkan melakukannya dan mengancam memblokir Selat Hormuz di Teluk.

 

Reporter: Noverius Laoli
Editor: Noverius Laoli

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0550 || diagnostic_web = 0.3688

Close [X]
×