kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Israel Ancam Tak Akan Hentikan Perang Saat Bulan Ramadan


Senin, 19 Februari 2024 / 15:23 WIB
ILUSTRASI. A dog sits in front of an Israeli tank, amid the ongoing conflict between Israel and the Palestinian Islamist group Hamas, in the Gaza Strip, February 8, 2024. REUTERS/Dylan Martinez. Editor's note: Reuters photographs were reviewed by the IDF as part of the conditions of the embed. No photos were removed.


Sumber: Arab News | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - RAFAH, JALUR GAZA. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu menepis seruan untuk menghentikan serangan militer di Gaza, dan bersumpah untuk "menyelesaikan pekerjaan” ketika anggota Kabinet Perangnya mengancam akan menyerang kota Rafah di selatan jika masih ada sandera Israel tidak dibebaskan menjelang bulan suci Ramadan yang akan datang.

Pemerintah Israel belum secara terbuka membahas jadwal serangan darat di Rafah, tempat lebih dari separuh 2,3 juta warga Palestina di wilayah kantong tersebut mencari perlindungan. 

Pensiunan jenderal Benny Gantz, yang merupakan bagian dari tiga anggota Kabinet Perang Netanyahu, mewakili suara yang berpengaruh tetapi bukan keputusan akhir mengenai apa yang mungkin terjadi di masa depan.

“Jika pada bulan Ramadan para sandera kami tidak ada di rumah, pertempuran akan berlanjut hingga ke wilayah Rafah,” kata Gantz pada konferensi para pemimpin Yahudi Amerika. 

Baca Juga: AS Diprediksi Akan Kembali Menggagalkan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Ramadhan, yang diperkirakan akan dimulai pada 10 Maret, secara historis merupakan waktu yang menegangkan di wilayah tersebut.

Ketika perundingan gencatan senjata gagal mencapai tanda-tanda kemajuan dalam beberapa pekan terakhir, Netanyahu menyebut tuntutan kelompok militan Hamas yang berkuasa di Gaza sebagai “delusi.”

Amerika Serikat, sekutu utama Israel, mengatakan pihaknya masih berharap untuk menjadi perantara gencatan senjata dan perjanjian pembebasan sandera, dan membayangkan resolusi yang lebih luas atas perang yang dipicu oleh serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan.

AS juga mengatakan akan memveto rancangan resolusi PBB lainnya yang menyerukan gencatan senjata, dan duta besarnya di PBB memperingatkan terhadap tindakan yang dapat membahayakan peluang bagi resolusi permusuhan yang abadi.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×