kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Isu anti boros bikin penjualan Imlek China turun


Senin, 18 Februari 2013 / 11:49 WIB
ILUSTRASI. ABM Investama (ABMM) hanya menjual batubara secara spot jika ada kelebihan volume batubara.


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BEIJING. Penjualan ritel China selama musim libur Imlek mencatatkan pertumbuhan paling rendah dalam empat tahun terakhir. Menurut data Kementrian Perdagangan setempat, tingkat penjualan pada toko dan restoran hanya naik 14,7% pada periode 9-15 Februari 2013 dibanding tahun sebelumnya yang berhasil menembus angka 539 miliar yuan atau US$ 86 miliar. Angka tersebut juga turun dari pertumbuhan sebesar 16,2% pada 2012 lalu.

Liburan tahun baru China ini hampir sama dengan liburan menjelang Natal di AS, di mana banyak konsumen yang berbelanja makanan, perhiasan, dan hadiah. Sejumlah pihak menilai, penurunan tingkat penjualan kali ini dipicu oleh kampanye Kepala Pimpinan Partai Komunis yang baru Xi Jinping,  yakni agar masyarakat mengerem pembelanjaan barang mewah. Selain itu, peningkatan pendapatan mendorong warga China untuk bepergian ke luar negeri.

"Perlambatan pertumbuhan, khususnya di bisnis restoran, sebagian dipicu oleh tindakan tegas pemerintah terhadap pelaku korupsi dan kampanye anti pemborosan," papar Leon Zhao, analyst researcher Frost & Sullivan. Dia memprediksi, penjualan ritel dan tingkat konsumsi secara keseluruhan akan naik lagi seiring pemulihan ekonomi di kuartal dua dan tiga.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×