kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Jepang alami kontraksi lebih rendah ketimbang estimasi


Senin, 15 Agustus 2011 / 07:33 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi lelang mobil captiva chevrolet


Reporter: , | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Perekonomian Jepang mengalami kontraksi lebih rendah ketimbang prediksi ekonom pada kuartal II 2011. Hal ini menunjukkan, perekonomian Jepang mengalami rebound dari penurunan rekor akibat tsunami dan gempa dahsyat Maret lalu.

Data yang dirilis pemerintah Jepang menunjukkan, Produk Domestik Bruto Negeri Matahari Terbit ini turun 1,3% dalam tiga bulan yang berakhir 30 Juni lalu. Sedangkan 25 ekonom yang disurvei Bloomberg meramal penurunan mencapai 2,5%.

"Perekonomian Jepang sudah mulai kembali normal pasca penurunan terbesar akibat gempa dan tsunami beberapa waktu lalu. Namun, awan hitam masih memayungi outlook perekonomian global," jelas Hiromi Shirakawa, chief Japan economist Credit Suisse di Tokyo.

Sejumlah perusahaan mulai dari Toyota Motor Corp hingga Sony Corp sudah memperbaiki fasilitas yang rusak akibat musibah dahsyat pada 11 Maret lalu. Selain itu, Jepang juga melakukan intervensi atas mata uangnya untuk kali pertama sejak Maret.

Sekadar informasi, penguatan yen sebesar 5% dalam tiga bulan belakangan membuat outlook ekonomi Jepang kelabu karena perekonomiannya sangat tergantung dengan ekspor. Penguatan yen akan membuat produk Jepang kurang kompetitif di luar negeri sehingga menggerus laba eksportir.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×