Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Wakil Menteri Pertahanan Jepang Yasuhide Nakayama menyebut sejumlah negara lain berisiko mendorong Myanmar ke pelukan China jika tanggapan mereka terhadap kudeta di negara tersebut mengesampingkan komunikasi dengan pihak militer Myanmar.
"Jika kita tidak melakukan pendekatan ini dengan baik, Myanmar bisa menjauh dari negara-negara demokratis yang bebas secara politik dan bergabung dengan China," katanya.
Militer Myanmar merebut kekuasaan pada hari Senin, mengumumkan keadaan darurat, dan menahan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi bersama dengan pejabat pemerintah lainnya, setelah menuduh partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) memenangkan kemenangan besar dalam pemungutan suara 8 November melalui kecurangan.
Baca Juga: NLD desak militer Myanmar bebaskan Aung San Suu Kyi & akui kemenangan partainya
Jepang yang merupakan pendonor bantuan utama dengan hubungan dekat dekat dengan Myanmar menyerukan pembebasan Suu Kyi dan anggota pemerintahan sipilnya, dan melakukan pemulihan demokrasi.
Nakayama mengatakan setiap langkah untuk menangguhkan program kemitraan Jepang dengan militer Myanmar dapat memberi China kesempatan untuk memberikan lebih banyak pengaruh, yang berpotensi merusak keamanan di wilayah tersebut.
"Jika kita berhenti, hubungan militer Myanmar dengan tentara China akan semakin kuat, dan mereka akan semakin jauh dari negara-negara bebas termasuk Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris," kata Nakayama.
“Saya pikir itu akan menimbulkan risiko bagi keamanan kawasan,” lanjutnya.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)