kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Jepang membuka laboratorium uji Covid-19 di bandara bagi para pelancong


Senin, 02 November 2020 / 15:08 WIB
Jepang membuka laboratorium uji Covid-19 di bandara bagi para pelancong
ILUSTRASI. Tes PCR. Surya/Ahmad Zaimul Haq


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bandara terbesar di Jepang membuka fasilitas pengujian virus corona (Covid-19) pada hari Senin guna mengambil langkah-langkah untuk membuka kembali perjalanan internasional yang sebagian besar telah terhalang selama berbulan-bulan oleh pandemi.

Pusat PCR Bandara Internasional Narita ditujukan untuk para pelancong keluar negeri yang membutuhkan bukti bahwa mereka bebas virus ketika tiba di tempat tujuan. Jepang pada hari Jumat melonggarkan pembatasan perjalanan untuk sembilan negara dan wilayah Asia.

Narita adalah salah satu dari dua hub internasional yang melayani wilayah Tokyo Raya. Laboratorium pengujian, yang dijalankan oleh Nippon Medical School Foundation, adalah yang pertama di bandara di Jepang dan dapat memberikan hasil dalam enam jam, meskipun diharapkan bisa turun menjadi dua jam pada akhir bulan.

Baca Juga: Publik Korea Selatan makin cemas, 83 orang meninggal pasca mendapat vaksin flu

Tes pengujian tersebut tidak ditanggung oleh asuransi dan dapat menelan biaya sebanyak 46.500 yen (US$ 444).

Pembatasan perjalanan Jepang untuk memerangi pandemi telah ketat, dengan larangan masuk yang efektif oleh wisatawan dan pemegang visa dari lebih dari 150 negara sebelum pelonggaran bertahap peraturan dimulai pada bulan September.

Wisatawan yang tiba di Jepang harus menjalani tes virus corona, dengan tiga bandara internasional yang memiliki kapasitas sekitar 10.000 sehari. Dengan sekitar 100.000 kasus dan 1.773 kematian, Jepang telah mengatasi pandemi lebih baik daripada banyak negara ekonomi besar.

Selanjutnya: Kontak dengan orang yang positif Covid-19, kepala WHO karantina mandiri




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×