kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Jepang susun anggaran ekstra kedua untuk memerangi dampak wabah corona


Senin, 11 Mei 2020 / 08:53 WIB
Jepang susun anggaran ekstra kedua untuk memerangi dampak wabah corona
ILUSTRASI. Commuters wearing protective masks walk through a train station during a quiet morning rush hour in Tokyo, Japan on May 8, 2020, amid the state of emergency due to the spread of the novel coronavirus. (Photo by AFLO)

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  TOKYO. Jepang akan menyusun anggaran tambahan kedua untuk tahun fiskal saat ini untuk mendanai langkah-langkah baru dalam memerangi dampak ekonomi virus corona, surat kabar Nikkei melaporkan pada hari Senin (11/5) seperti dilansir Reuters.

Paket kebijakan ini diharapkan dapat meredam pukulan terhadap ekonomi terbesar ketiga di dunia itu, yang berada di puncak resesi yang mendalam di tengah anjloknya permintaan global dan keadaan darurat lokal yang telah diperpanjang hingga akhir Mei.

Baca Juga: Maskapai tertua kedua di dunia, Avianca ajukan kebangkrutan akibat wabah corona

Langkah-langkah baru yang diambil pemerintah mencakup bantuan kepada perusahaan yang berjuang untuk membayar sewa, dukungan untuk siswa yang telah kehilangan pekerjaan paruh waktu, dan lebih banyak subsidi untuk perusahaan-perusahaan yang terpukul akibat penjualan yang merosot, tulis surat kabar itu.

Pemerintah Jepang berencana mengeluarkan anggaran tambahan melalui sesi parlemen saat ini yang berlangsung hingga 17 Juni, kata surat kabar itu, tanpa mengutip sumber.

Jepang menyusun paket stimulus ekonomi sebesar US$ 1,1 triliun pada bulan April yang berfokus pada pembayaran tunai untuk rumah tangga dan pinjaman untuk usaha kecil yang dirugikan oleh pandemi.

Baca Juga: Mirae Asset Sekuritas ubah target harga SCMA dan ACES

Pembuat undang-undang koalisi yang berkuasa telah meningkatkan seruan untuk menggelontorkan bantuan lebih lanjut, karena keputusan pemerintah untuk memperpanjang keadaan darurat meningkatkan risiko lebih banyak kebangkrutan dan kehilangan pekerjaan.

Ekonomi Jepang kemungkinan menyusut pada kuartal kedua berturut-turut dalam tiga bulan pertama tahun ini, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan, memenuhi definisi teknis dari resesi karena pandemi menghancurkan konsumsi dan aktivitas bisnis.




TERBARU

[X]
×