kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Jepang Targetkan Investasi Publik-Swasta Hingga US$ 2,3 Triliun Hingga 2040


Sabtu, 20 Juni 2026 / 10:52 WIB
Jepang Targetkan Investasi Publik-Swasta Hingga US$ 2,3 Triliun Hingga 2040
ILUSTRASI. Jepang menetapkan target ambisius dengan investasi US$ 2,3 triliun hingga 2040


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang menetapkan target sekitar US$ 2,3 triliun dalam investasi gabungan publik dan swasta pada tahun 2040. Di mana, target tersebut untuk 17 sektor strategis sebagai bagian dari strategi pertumbuhan baru dari Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Berdasarkan laporan Nikkei pada Jumat (19/6/2026), inisiatif investasi senilai 370 triliun yen, yang akan diumumkan paling cepat minggu depan, akan berfokus pada bidang-bidang seperti AI, chip, dan pengembangan ruang angkasa.

Itu dilakukan karena Takaichi berupaya menggunakan pengeluaran pemerintah untuk mendorong investasi sektor swasta, kata harian bisnis tersebut, tanpa menyebutkan sumber informasinya.

Baca Juga: Gencatan Senjata di Lebanon Disepakati, Utusan Trump Menuju Swiss

Panggilan Reuters ke Kantor Perdana Menteri pada hari Sabtu (20/6/2026) untuk meminta komentar tidak dijawab di luar jam kerja.

Saat ini, Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan untuk membuat kerangka anggaran multi-tahun untuk memastikan pendanaan yang stabil bagi investasi yang dianggap penting bagi keamanan ekonomi, beberapa di antaranya mungkin dibiayai melalui obligasi jangka pendek.

Penerbitan obligasi digunakan untuk menutupi kebutuhan pendanaan sementara dan diterbitkan dengan jaminan atas cara pembayaran tertentu untuk pelunasan, memungkinkan pemerintah yang berutang besar untuk berargumen bahwa mereka memperhatikan disiplin fiskal bahkan ketika mereka meningkatkan pengeluaran.




TERBARU

[X]
×