kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Jepang Targetkan Investasi Publik-Swasta Hingga US$ 2,3 Triliun Hingga 2040


Sabtu, 20 Juni 2026 / 10:52 WIB
Jepang Targetkan Investasi Publik-Swasta Hingga US$ 2,3 Triliun Hingga 2040
ILUSTRASI. Jepang menetapkan target ambisius dengan investasi US$ 2,3 triliun hingga 2040


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang menetapkan target sekitar US$ 2,3 triliun dalam investasi gabungan publik dan swasta pada tahun 2040. Di mana, target tersebut untuk 17 sektor strategis sebagai bagian dari strategi pertumbuhan baru dari Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Berdasarkan laporan Nikkei pada Jumat (19/6/2026), inisiatif investasi senilai 370 triliun yen, yang akan diumumkan paling cepat minggu depan, akan berfokus pada bidang-bidang seperti AI, chip, dan pengembangan ruang angkasa.

Itu dilakukan karena Takaichi berupaya menggunakan pengeluaran pemerintah untuk mendorong investasi sektor swasta, kata harian bisnis tersebut, tanpa menyebutkan sumber informasinya.

Baca Juga: Gencatan Senjata di Lebanon Disepakati, Utusan Trump Menuju Swiss

Panggilan Reuters ke Kantor Perdana Menteri pada hari Sabtu (20/6/2026) untuk meminta komentar tidak dijawab di luar jam kerja.

Saat ini, Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan untuk membuat kerangka anggaran multi-tahun untuk memastikan pendanaan yang stabil bagi investasi yang dianggap penting bagi keamanan ekonomi, beberapa di antaranya mungkin dibiayai melalui obligasi jangka pendek.

Penerbitan obligasi digunakan untuk menutupi kebutuhan pendanaan sementara dan diterbitkan dengan jaminan atas cara pembayaran tertentu untuk pelunasan, memungkinkan pemerintah yang berutang besar untuk berargumen bahwa mereka memperhatikan disiplin fiskal bahkan ketika mereka meningkatkan pengeluaran.




TERBARU

[X]
×