kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Jerman akan prioritaskan guru dan pengasuh anak untuk terima vaksin Covid-19


Senin, 22 Februari 2021 / 09:29 WIB
ILUSTRASI. Suasana lockdown di kota Dresden, Jerman, 14 Desember 2020. REUTERS/Matthias Rietschel.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Pemerintah Jerman berencana memasukkan guru dan pengasuh anak ke dalam golongan penduduk yang menerima vaksin Covid-19 lebih awal. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan Jens Spahn.

Dilansir dari Reuters, Spahn mengusahakan agar guru sekolah dasar dan pekerja penitipan anak di Jerman bisa mendapatkan vaksin Covid-19 lebih cepat dari yang direncanakan sebelumnya.

Jerman mengklasifikasikan penerima vaksin ke dalam tiga kelompok. Sejauh ini guru dan pekerja pengasuh anak ada di dalam kelompok terakhir.

Kelompok orang yang berusia 80 tahun atau lebih nantinya akan tetap diutamakan. Sementara guru dan pengasuh anak akan disegerakan untuk menerima vaksin.

"Kami ingin menambahkan kelompok itu dengan cepat ke cluster kedua saat ini dan menawarkan vaksin lebih awal," ungkap Spahn seperti dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Presiden Prancis berharap negara kaya menyumbangkan vaksin Covid-19 ke Afrika

Rencana baik Spahn ini disampaikan bersamaan dengan dibukanya kembali sekolah dasar dan penitipan anak di 10 dari 16 negara bagian federal Jerman mulai 22 Februari.

Jerman sampai saat ini masih cukup kesulitan menghadapi gempuran virus corona yang menyerang negaranya. Kanselir Jerman Angela Merkel beberapa waktu lalu bahkan secara terbuka meminta maaf kepada seluruh rakyat Jerman.

Pemerintah Jerman juga menerima banyak kritik akibat proses vaksinasi nasional yang relatif lambat. Hal ini semakin diperburuk dengan banyaknya unit bisnis yang mendesak pemerintah untuk melonggarkan kebijakan lockdown.

Memasuki bulan keempat lockdown, jumlah kasus infeksi di Jerman cenderung terus menurun. Penurunan inilah yang membuat pemerintah Jerman mulai yakin untuk membuka kembali sekolah.

Selanjutnya: Skandal vaksin Covid-19, Menteri Kesehatan Argentina mengundurkan diri




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×